Saturday, June 18, 2016

(BTS) Just One Day Part.6



Dari pagi hari Jin sudah berlari-lari menuju kelas padahal jam masuk sekolah masih cukup lama membuat J-Hope dan Jimin yang sudah datang kebingungan, setelah menengok kesana kemari dan tidak menemukan orang yang ia cari Jin langsung beranjak pergi hingga melewati Rapmon dan Suga yang baru saja tiba. Rapmon dengan wajah bingungnya menatap Jimin hanya dibalas gelengan karena tidak ada yang tahu mengapa dengan sikap Jin pagi itu. Sebenarnya Jimin ingin sekali mengikuti Jin tapi melihat J-Hope yang belum sepenuhnya semangat itu membuat Jimin khawatir, ia juga merasa bersalah karena tidak cepat mengatakan soal pembullyan itu, setelah kemarin mereka mendengar kepindahan Jonghyun ke jepang membuat J-Hope makin tidak semangat.
Dilain tempat V terus menatap kearah  Yoobi dengan tatapan khawatir tapi Yoobi hanya tersenyum bingung terhadap V yang memandangnya begitu, Yoobi mengelus kepala V dan menatapnya seakan ingin mengatakan dia tidak apa-apa. Tapi V tidak percaya dan tidak juga beranjak dari sisi Yoobi dari semalam membuat Yoobi hanya bisa tersenyum dan mengelus kepalanya, handphone V terus berdering membuatnya risih dan mematikan handphonenya. Ia sudah menduga kalau Jungkook akan terus menghubunginya tapi ia tidak tahu kalau Jin juga salah satu yang menghubunginya itu mulai kesusahan, karena V mematikan handphonenya

“Tae~ah kenapa kau matikan? Kau tidak sekolah? Aku tidak ap-“
“Sudahlah noona aku bilang jangan berbohong, noona pikir aku kenal denganmu baru kemarin?” ucap V membuat Yoobi sedikit terhentak dan memeluk V pelan
“Naneun gwenchana,Tae~ah…” ucap Yoobi pelan membuat V memeluknya erat
“Noona..” ucap V pelan

Dengan sangat terpaksa V berangkat menuju sekolah dan meninggalkan Yoobi yang harus beristirahat, entah kenapa V begitu enggan meninggalkan Yoobi seakan Yoobi akan hilang kalau tidak diperhatikan. Tidak jauh dari sana seseorang menunggunya membuat wajahnya makin terlihat menyeramkan, bahkan V berusaha berjalan melewatinya tanpa peduli tapi ia mengikuti V dan itu terlihat jelas sangat mengganggu.

“Apa maumu hah? Palli katakan!” ucap V kesal
“Baru kali ini aku melihatmu begitu emosi Taehyung~ah, kau begitu mencintainya kah?” ucap Jungkook membuat V tersentak
“Mian tapi cepatlah kalau tidak kita akan terlambat” ucap V menghela nafas
“Kenapa kau tidak jujur saja pada semuanya? Tentang Yoobi noona, tentang penyakitny-“
“Kau gila?! Dia saja berusaha menutupi hal itu dariku bahkan selama lebih dari 1bulan menutupi dari kalian semua, apa kau pernah memikirkan perasaan Yoobi noona? Kau memang tahu tentang dirinya tapi itu hanya sampai 10 tahun yang lalu! Aku sudah 3 tahun bersamanya! Jadi lebih baik tutup mulutmu atau kau tidak akan bisa menemui Yoobi noona lagi!” ucap V membuat Jungkook terdiam

Dengan keadaan sunyi dan hawa tidak enak diantara V dan Jungkook membuat para fans mereka enggan untuk mendekat, bukan hanya itu semenjak pembelaan V pada Yoobi kemarin membuat para fans takut padanya karena tahu V akan membenci mereka. Jungkook pun mulai memasang wajah masam dan menatap kearah fans atau siswi yang mulai mendekatinya membuat para siswi perlahan menjauh, tidak lama dari arah depan Jin berlari kearah mereka dengan nafas tersenggal ia berhenti tepat didepan V dan Jungkook membuat mereka berdua menatap Jin kebingungan. Namun tanpa mengatakan satu kalimatpun Jin langsung menarik V dan diikuti Jungkook yang masih bingung melihat tingkah Jin, wajah Jin seakan ingin melarang Jungkook untuk mengikuti mereka tapi karena waktunya tidak banyak Jin hanya bisa pasrah membiarkannya.

-

J-Hope hanya bisa menatap kosong keluar jendela memikirkan betapa bersalahnya dirinya atas pembully-an Yoobi dan juga kepindahan Jonghyun yang ia yakini karena masalah pembully-an itu, semalam J-Hope menerima email dari alamat yang tidak ia kenal tapi ia tahu kalau email itu dari Jonghyun. Email itu berisikan permintaan maaf kepada semuanya terutama Yoobi, karena itulah J-Hope merasa makin bersalah karena J-Hope lah yang membuat Jonghyun berubah begitu kalau saja saat itu J-Hope menolong Sohyun mungkin Jonghyun tidak akan berubah menjadi sekeji ini. Ditengah lamunan nya ia tersadar oleh suara Rapmon dan Jimin yang melihat kedatangan Jungkook-V dan Jin yang terlihat aneh, J-Hope juga menyadari dari wajah Jin dan Jungkook yang berbeda dan raut wajah seram V yang kedua kalinya J-Hope lihat, ada apa dengan mereka?
Siang hari saat istirahatpun suasana dalam ruangan kumpul mereka begitu suram, Rapmon-Suga-Jimin hanya bisa bingung sembari menatap dari jauh ada apa dengan ketiga namja itu dan J-Hope yang tetap menatap keluar jendela tanpa memikirkan hawa suram dari mereka bertiga. Perlahan Rapmon mulai mendekati Jin dan Jimin-Suga mendekati Jungkook untuk menenangkan mereka dan menanyakan ada apa, tidak ada yang berani mengganggu V saat wajahnya sedang berubah beringas itu. Tetapi Jungkook enggan berbicara dan Jin yang terlihat takut untuk berbicara karena terus menatap kearah V dan Jungkook secara bergantian seakan itu adalah hal yang tidak boleh diketahui orang lain, Suga-Jimin-Rapmon mulai curiga dan makin penasaran sampai dering sms handphone V mengagetkan seisi ruangan (kecuali J-Hope) dan wajah V yang terkesan terkejut dan khawatir itu mendadak berdiri dan membuka pintu, disanalah suara manis itu terdengar membuat J-Hope tersadar dari lamunan nya.

“Annyeong semua” ucapnya membuat yang lainnya ikut kaget (dengan wajah V yang cukup menyeramkan)
“No..noona, kenapa kau ada di-“ belum selesai V menyelesaikan pertanyaan nya Yoobi sudah menarik tangan nya untuk masuk
“Jadi ini tempat kumpul kalian? Aku baru pertama kali kesini, soalnya Tae tidak pernah mau mengajakku kesini. Arra? Rapmon-ssi, Jin-ssi, Jimin-ssi, Suga-ssi, J-Hope-ssi, dan Kookie? Waeyo? Kalian seperti melihat hantu saja” ucap Yoobi membuat yang lain tersadar
“Yoobi-ssi kukira kau tidak masuk hari in-“  ucapan Jimin terhenti karena V yang memukul pintu dengan kencang membuat semua kaget namun anehnya tidak dengan Yoobi
“Noona aku tanya sekali lagi! Kenapa kau ada disini dan bukannya istirahat dirumah? Noona tahu kan dirimu itu sedang tidak enak badan?!” teriak V pada Yoobi membuat semua orang kaget karena baru kali ini V terlihat begitu kasar dan galak, bertolak belakang dari V yang biasanya
“Taehyung~ah kau sudah keterlaluan, sudahlah” ucap Suga namun tidak dipedulikan oleh V membuat Yoobi tersenyum kearah V
“Tae~ah jangan memasang muka seram seperti itu, teman-temanmu kaget kan? Mereka belum tahu sisimu yang lucu ini, jadi tenanglah Tae~ah. Aku baik-baik saja, kau bisa lihat bukan?” ucap Yoobi lembut membuat V tertunduk lemas tidak bisa membalas apa-apa, J-Hope tetap memandangnya bingung ia tidak getar dengan hentakan V dan tetap tersenyum walau V sudah berteriak padanya. Yoobi yang menyadari itu berjalan menuju kearah J-Hope membuat J-Hope tersentak dan berdiri secara refleks
“J-Hope-ssi mianhe” ucap Yoobi pelan membuat J-Hope bingung
“Mian aku tetap diam walau semua teman-temanmu sudah tahu, hanya saja mereka tahu tanpa aku sadari. Sebenarnya aku tidak mau merepotkan kalian, lagipula ini salahku. Hehehe” senyum Yoobi membuat semua menggigit bibirnya dan secara bersamaan mereka menghampiri Yoobi dan
“Ini bukan salahmu, ini semua salahku. Jadi kau tidak perlu meminta maaf” ucap ketujuh member BTS secara serentak membuat mereka kaget dan Yoobi yang tertawa disusul oleh semuanya (Kecuali V)
“Arraseo, kalau begitu mulai hari ini boleh aku ikut mengumpul bersama kalian? Disini?” ucap Yoobi dibalas anggukan semuanya, Yoobi tersenyum dengan Suga Jimin dan lainnya yang berebut ingin berbicara dengaan Yoobi tapi dari kejauhan wajah V tetap tegang memandang lurus kearah Yoobi seakan menyesal telah meninggalkannya pagi ini.

Hari ini adalah pertama kali para BTS dan juga Yoobi pulang bersama dengan suara gelak tawa meramaikannya yang membuat para siswi lainnya begitu cemburu menatap kearah Yoobi, hampir setengahnya sudah mengutuk Yoobi dalam hati dan sisanya hanya bisa gigit jari menatapnya. Mereka terlihat begitu bahagia terkecuali V yang tetap memasang wajah tegangnya, ia bahkan tidak mengeluarkan sepatah katapun dan tetap terdiam seperti bukan V. Jungkook hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan V dan Jin yang begitu senang berbicara dengan Yoobi dan juga Suga-Jimin-Rapmon-J-Hope yang selalu ingin tahu, kembali kebeberapa jam yang lalu sebelum masuk kelas. Jin menarik V jauh dari kerumunan dan juga jalan yang jarang dilewati guru sekaligus, dengan wajah bingung nya V hanya menatap Jin dengan penuh tanya tanpa mengetahui apa yang akan dibicarakan Jin membuat mood V sangatlah hancur seharian ini.
Belum lagi Jin tidak berbicara juga walau mereka sudah saling tatap, membuat V mulai kesal dengan Jungkook yang terus menghela nafas berusaha menenangkan V yang sebenarnya mood nya sudah mulai tidak bagus dari tadi pagi akibat Jungkook. Sampai akhirnya Jin mengeluarkan suaranya membuat V tersentak dengan tatapan Jungkook yang berubah, entah kenapa ini memperburuk keadaan dalam pikiran V hal seperti ini harus dicegah cepat atau lambat namun bagusnya Jin sama sekali belum mengatakan hal itu selain pada mereka berdua. Perkataan Jin yang menghancurkan mood V dalam sehari

“Taehyung~ah , ternyata aku teman sejak kecilnya Yoobi sunbae juga. Apakah mungkin kita dulu juga berteman?” ucap Jin membuat wajah manis-sexy V berubah seketika namun tatapan Jungkook menjadi bersinar, saat  ingin berbicara V dengan cepat menarik kerah Jin dan memojokkan nya
“Siapa yang bilang hal itu padamu? Apa dari member lain? Atau siapa hah? Katakan padaku” ucap V membuat Jin maupun Jungkook terkejut
“Taehyung~ah… waey-“
“Palli jawab pertanyaanku!” sentak V membuat Jin terkejut, Jungkook ingin menghentikannya tapi Jin mengkodekan bahwa ia tidak apa-apa dan Jungkook hanya bisa menghela nafas
“Dari eommaku” ucap Jin pelan
“Apa Suga-Rapmon-Jimin dan J-Hope tahu hal ini? Apakah ayahmu juga tahu? Dan kenapa dengan bodohnya kau menyebut namanya dirumahmu? Apa urusanmu padanya?” ucap V makin mengeratkan tangannya membuat Jungkook mau tidak mau memisahkannya hingga V melepaskan Jin yang mulai ketakutan dan juga keheranan dengan V yang tidak pernah ia lihat
“An..Ani, aku baru saja mau menanyakan hal ini padamu Taehyung~ah. Lagipula ada apa dengan Ayahku? Saat itu hanya eommaku yang mendengar dan lagi aku tidak sengaja, hanya saja aku merasa tidak asing dengannya” ucap Jin membuat V mengepalkan tangannya
“Dengarkan kata-kataku dan ingatlah! Jangan katakan pada mereka apalagi pada Yoobi noona! Sebisa mungkin katakan pada ibumu agar tidak menceritakan dia pada ayahmu, kau harus memastikan hal itu! Dan lagi, kalau kau bertemu Yoobi noona jangan pernah mengatakan bahwa kau pernah mengenalnya dulu!” teriak V beranjak dari tempatnya meninggalkan Jin yang terheran-heran dan Jungkook yang membantu Jin
“Kookie~ah, apa dia benar-benar V?” ucap Jin bingung pada Jungkook membuat Jungkook menatap lurus kearah punggung V
“Ne, dialah V yang kita kenal 10 tahun yang lalu” ucap Jungkook pelan

-

“Aigoo berat sekali hari ini tapi menyenangkan juga pulang beramai-ramai, besok kita lakukan lagi ne? Tae~ah?” ucap Yoobi namun ia heran karena V tetap berdiri memunggunginya dan terdiam membuat Yoobi perlahan menghampirinya
“Tae~ah, sudah ku bilang bukan? Naneun gwenchanayo” ucap Yoobi dan dengan cepat V memeluknya dan mendorongnya hingga jatuh diatas tempat tidur, dalam keadaan memeluk. Kekagetan Yoobi hilang begitu mengetahui pundak V yang bergetar, ia hanya bisa tersenyum sedih dan mengelus kepala V
“Noona waeyo? Mengapa masih bisa tersenyum pada mereka? Padahal kau masih sakit, mengapa kau berangkat sekolah? Noona… aku tidak ingin kau menghilang lagi,ku-kumohon noona jangan lakukan hal itu lagi” ucap V bergetar membuat Yoobi memeluknya
“Tae~ah, gomawo… Kau selalu perhatian padaku, tapi sejujurnya Tae~ah aku ingin berbicara padamu” ucap Yoobi membuat V terbangun dan menatap kearah Yoobi, terkejut dengan pandangan Yoobi dan juga senyumnya
“Sebenarnya…”

Saturday, June 4, 2016

(BTS) Just One Day Part.5



J-Hope berlari sekencang mungkin kearah ruangan yang ia perkirakan ia selalu disana saat pulang sekolah untuk menunggu jemputan datang, dan benar saja dia masih disana duduk tenang sembari memandangi handphonenya, saat ia tahu seseorang datang ia menengok dan tersenyum kearah J-Hope namun J-Hope..
BRUAKK!! Ia terjatuh dengan kencang karena pukulan J-Hope dan para member yang baru saja datang mengejar J-Hope berusaha memegang J-Hope yang sudah terlihat panas, orang itu hanya bisa tersenyum sembari mengelap darah segar yang mengalir dari ujung mulutnya dengan Jin yang berada disampingnya
“Bagaimana bisa kau melakukan itu pada dia? Dia tidak tahu apa-apa!!” Teriak J-Hope membuat Rapmon, Suga, Jimin dan Jungkook yang memegangnya tertunduk dengan wajah sedih  namun ia disana berdiri dan menatap J-Hope tajam
“Bagaimana bisa? Bukankah itu pertanyaan yang sama yang aku katakan setahun yang lalu? Sampai saat inipun kau tidak bisa melindungi siapa-siapa! Tahun lalupun kau mengorbankannya, mengorbankan adikku! Kau mendiamkan saja kasus pembullyan ini! Semua ini karena kau! Kau tidak sadar akan hal itu?” teriaknya membuat J-Hope tersadar dan terdiam
“Aku memang minta maaf soal Sohyun, tapi hyung.. Yoobi-ssi… Yoobi-ssi tidak ada hubungan nya dengan masalah kita” ucap J-Hope membuat Jonghyun terdiam namun tetap menatap J-Hope tajam
“Huh, kau bahkan tidak menyadari senyuman orang yang kau sukai. Dan lagi-lagi kau tidak bisa melindungi orang yang penting untukmu, bagaimana kalau kau belajar memahami orang dulu sebelum kau memukulku? Tapi cukup sudah aku tidak mau dipukul untuk ketiga kalinya” ucap Jonghyun beranjak dari tempatnya membuat J-Hope tersentak
“Ketiga… kalinya?”

-

Jonghyun terdiam dan berjalan pelan sembari memegang ujung mulutnya dan memikirkan kembali semua hal yang baru saja terjadi, memang ia yang merencanakan hal itu. Memanasi para siswi untuk membully Yoobi dan juga ia memang dengan sengaja mendekati diri pada Yoobi untuk makin memperkesal para siswi pada Yoobi, ia memang tidak jauh berbeda dengan J-Hope bahkan ia lebih kejam dan lebih hina dibandingan J-Hope yang berdiam diri tentang pembullyan adiknya Kim Sohyun yang teman dekat J-Hope tapi saat Jonghyun pergi ke jepang mereka membully Sohyun diam-diam.
Tidak jauh dari sana Jonghyun dapat melihat para siswi yang tertawa bersama sembari memandang kearah Yoobi, ia merasa tidak enak karena melihat Yoobi seakan ia memandang kepada adiknya namun semua itu sudah terlambat untuk Jonghyun untuk meminta maaf lagi pula sudah ada orang lain yang akan menolong Yoobi dan menempatkan Jonghyun sebagai penjahatnya. Yoobi berjalan dengan tubuh belepotan lumpur dan juga basah oleh air, menembus para siswa dan siswi yang membicarakan nya dan menertawakan nya dari belakang, Jonghyun yang terdiam karena tidak dapat berbuat apa-apa hanya bisa menggigit bibirnya dan terdengar dari belakang langkah kaki J-Hope yang berusaha menolong Yoobi tapi..

“Diam! Apa yang lucu? Apa penderitaan orang itu lucu buat kalian? Dasar sampah!” teriaknya menendang lemari besi dibelakang Yoobi membuat para siswa dan siswi terdiam dan Yoobi reflek menengok karena suara yang tidak asing itu
“Kau-“
“Noona aku tidak bisa diam saja, aku tidak peduli dengan reputasiku lagi. Aku hanya ingin kau tidak disiksa seperti ini lagi” ucapnya membuat J-Hope terdiam dan akhirnya menyadari hal yang mengganggu pikirannya

(1 Hour ago)

“Kau-“
“Waeyo kau berwajah seperti itu Hobie~ah?” ucap RapMon
“Taehyung~ah, kau bahkan tahu semua ini dan menutupinya?” ucap J-Hope hanya dipandang biasa oleh V dan menghela nafas
“Ne aku sudah tahu, ini kasus yang sama dengan Sohyun adik Jonghyun hyung. Dan biang dari semua ini adalah Jonghyun hyung sendiri” ucap V membuat J-Hope memandang kepada lainnya
“Kalian tahu hal ini?!”
“Ani, aku hanya tahu dia dibully tapi aku tidak tahu kalau Jonghyun hyung yang melakukannya. Aku sudah berusaha membantunya tapi dia mengatakan untuk tetap diam dan jangan mengatakannya padamu Hobie~ah” ucap Jimin yang dibalas anggukkan Suga
“Lalu yang kemarin ini itu Kookie..” ucap J-Hope memandang Jungkook
“Itu bukan urusanmu bukan, Hobie~ah” ucap Jungkook membuat J-Hope panas tapi-
“Kudengar Jonghyun hyung masih ada disekolah” ucap V membuat J-Hope berlari tanpa pikir panjang

(Flashback end)

Ia akhirnya mengetahui darimana V mengetahui semua itu dan juga panggilan Noona pada Yoobi, J-Hope dapat mengingat saat mereka berkenalan saat kelas 1 V pernah bercerita ia memiliki teman sejak kecil yang lebih tua 1 tahun dan mereka baru saja berpisah karena pekerjaan ayahnya. Jadi teman sejak kecil V adalah…
Tanpa pikir panjang V melepas jaket sekolahnya dan memberikannya pada Yoobi dan memandang tajam pada seluruh siswa dan siswi yang berada dibelakang Yoobi, Yoobi terlihat begitu panik dan berusaha menenangkan V. Saat J-Hope ingin menghampirinya Jungkook sudah berlari dan terlihat begitu mengkhawatirkan Yoobi,J-Hope kembali terpaku dengan Rapmon dan Jin yang sudah berada disamping J-Hope memegang bahunya.
“Untuk kali ini kita biarkan Taehyung dan Kookie yang membantu Yoobie sunbae, oke?” ucap Rapmon membuat J-Hope terdiam dan berusaha menjauh

Setelah kepergian J-Hope, Jin dan Rapmon, Yoobi sempat menengok kebelakang dan menatap punggung J-Hope dengan perasaan bersalah. Tapi ia tidak dapat mengatakan hal ini walau akhirnya ia mengetahui soal pembully an itu, Yoobi hanya bisa menunduk dan berjalan dengan V dan Jungkook berada disisinya, Yoobi pun dapat melihat Suga dan Jimin yang menatapnya penuh cemas dan Yoobi berusaha tersenyum didepan keduanya membuat mereka memaksakan diri untuk tersenyum juga. Apakah ini akhir dari kehidupan sekolah Yoobi?
Suga dan Jimin tidak dapat mengikuti V dan Jungkook pergi bersama Yoobi karena larangan V, saat itu saat dimana J-Hope menelfon Jimin dan Jimin hanya menjawab makan bersama Suga ia sungguh berbohong. Untuk soal satu ini Jimin serta Suga bahkan tidak tahu apa-apa, hanya Jungkook yang sepertinya tahu entah dibiarkan tahu atau Jungkook mencari informasi terlalu dalam tentang Yoobi sampai V kesulitan untuk menahannya, entah kenapa mereka merasakan atmosfer yang aneh terhadap V dan juga Jungkook. Mereka pernah mengikuti mereka bertiga tapi tertinggal oleh Jungkook yang pintar melarikan diri, semakin mereka tidak tahu semakin mereka penasaran apa yang terjadi namun mereka tidak dapat menceritakan ini pada Jin , Rapmon bahkan J-Hope mungkin mereka harus menunggu sampai V atau Jungkook menjelaskan pada mereka.
Sesampai didepan UKS dengan cepat V mengeluarkan baju olahraga yang ia simpan dilaci khusus karena ia tahu kejadian ini akan terjadi dan memberikannya pada Yoobi, ia berjalan menjauh dan menutup korden tempat Yoobi dan menarik Jungkook menjauh setelah berbicara pada Yoobi untuk memberikan mereka waktu sebentar saja.
“Mwoya?” ucap Jungkook kesal membuat V menatap tajam padanya
“Aku sudah tahu dan aku tidak ada niatan memberitahukan kepada mereka, aku juga sama khawatirnya denganmu! Dan asal kau tahu, aku sudah ingat semuanya!” ucap Jungkook membuat V tersentak
“Tae~ah? Gwenchana? Aku mendengar Kookie berteriak, apa kalian bertengkar?” ucap Yoobi yang mengintip diantara korden dan menatap keduanya dengan sedih
“Noona, kau pun jug-“
“Ne, aku mengingat Kookie” senyum Yoobi membuat V makin terdiam, dengan tangan mengepal dan tangan yang bergetar membuat Jungkook menghela nafas namun
“Tae~ah, aku tidak akan meninggalkanmu dan juga Kookie. Kalian… Sahabat ku yang berharga, kalian berdua” ucap Yoobi memeluk keduanya membuat V tetap terdiam dan tetap mengepalkan tangannya

-

Terlihat Rapmon duduk dimeja belajarnya dan menghela nafas mengingat kejadian hari ini, dengan begitu J-Hope sudah mengetahui hal itu dan ia tebak J-Hope pasti akan menyalahkan dirinya sendiri kembali tapi entah kenapa akhir-akhir ini ada yang mengganggu Rapmon entah apa itu? Apakah bayang-bayang Yoobi membuatnya teringat akan Kim Sohyun? Atau ada hal lainnya? Entah ada perasaan tidak asing pada dirinya, namun tidak hanya Rapmon yang merasakan hal itu. Jin , Suga bahkan Jimin juga mengalami hal yang sama, entah Yoobi seakan terlihat tidak asing bagi mereka semua tapi itu hal yang aneh karena mereka bahkan tidak pernah bertemu sama sekali dengan Yoobi.
Jin hanya bisa tertidur diatas kasurnya dan memandang kearah atap kamarnya, siapa gerangan Yoobi itu? Padahal banyak yeoja cantik tapi mengapa Jin dengan mudahnya begitu perhatian dan seakan tertarik padanya? Entah kenapa perasaan nya mengatakan bukan pertama kali ia melihat Yoobi, tapi dimana?
“Lee Yoobi … sunbae … Noo-“
“Yah Jin~ah bantulah ibumu ini kalau kau sedang tidak sibuk” ucap Ibu Jin yang tanpa mengetuk sudah memasuki kamar Jin membuat Jin terbangun dengan wajah kesal
“Arraseo arraseo” ucap Jin kesal dan beranjak dari kasurnya namun seketika ibunya menarik kerah baju Jin membuat Jin hampir jatuh dan terlihat kesal menatap kearah ibu
“Mwo eomma? Kau mau apa lagi?”
“Jin~ah barusan kau menyebut nama seorang yeoja ne? Kau sudah punya pacar? Mengapa kau tidak pernah bercerita pada ibumu ini?” ucap Ibu Jin membuat Jin kesal karena ia tersenyum seakan ingin mengejek Jin
“Ani itu sunbae ku disekolah,ia mengalami hal yang sama seperti Sohyunie” ucap Jin lelah
“Arra kasihan sekali yeoja itu, siapa dirinya? Pasti ia cantik sekali sampai anakku menyebut-nyebut namanya” ucap nya tertawa senang membuat Jin kesal
“Aishh dia Lee Yoobi, kau sudah puas? Kau yang menyuruhku membantumu bukan eomma?!” ucap Jin kesal namun ia heran begitu tidak ada tanggapan apapun dari ibunya
“Eomma? Waeyo?” ucap Jin bingung
“Kau tidak ingat dengannya Jin~ah?”
“Mwo?”