Friday, November 11, 2016

(BTS) Just One Day Part.8

Jhope berjalan dengan wajah yang bertanya-tanya karena tidak biasanya Yoobi seperti ini, mengajaknya bolos sekolah bahkan untuk KENCAN (tolong garis bawahi dan diperjelas lagi) , ya KENCAN ! Jhope berusaha mencubit dirinya sendiri hingga meringis kesakitan, seorang Yoobi mengajaknya berkencan bahkan dia yang menarik Jhope entah kemana. Setelah Jhope sadar dia sudah didepan kamar ganti dengan tas Yoobi ditangannya, apakah Jhope mulai kehilangan kesadarannya? Ia bertanya-tanya apa yang ia lakukan disana, saat ia ingin pergi mencari Yoobi tirai didepannya terbuka dan…

“Hobie~ah apakah ini bagus?” ucap Yoobi dengan rok pendek yang berenda berwarna pink soft beserta baju one piece berwarna beige yang senada dengan roknya membuat Jhope reflek menutup setengah wajahnya karena malu
“Ba-bagus…. Terlihat co-cocok” ucap Jhope membuat Yoobi tersenyum
“Arraseo, kemarilah Hobie~ah” ucap Yoobi menarik Jhope kearah tempat pakaian laki-laki membuat Jhope bingung
“Yo-yoobi-ssi i-ini…” ucap Jhope tanpa menjawab Yoobi menyodorkan satu set baju pada Jhope
“Pakailah, aku ingin kau memakainya pasti sangat cocok denganmu.” Ucap Yoobi kemudian mendorong Jhope yang tak bisa melawan senyum Yoobi ke kamar ganti, tanpa memakan waktu lama Jhope keluar dan menampakkan dirinya membuat pengunjung yeoja beserta pegawai perempuan takjub melihatnya
“Ba-bagaimana?” ucap Jhope dan dibalas anggukkan dan senyum Yoobi
“Bagus sekali Hobie~ah, ahjumma aku beli dua set ini ne?” ucap Yoobi yang berjalan kearah meja cashier membuat Jhope mengejarnya dengan khawatir
“Yoobi-ssi kau tidak perlu membelikanku, aku bawa uang ko-“
“Anggap saja ini kado dariku, Hoseok~ah” ucap Yoobi membuat Jhope tersentak, sekelibat sebuah kenangan sekilas membuat Jhope merasa asing namun juga tidak asing secara bersamaan. Perasaan apakah itu? Kenapa ia merasa tidak asing dengan panggilan dan nada itu? Belum sampai Jhope sadar Yoobi sudah menariknya kembali membuat Jhope tidak fokus pada yang ia baru saja pikirkan tadi

Disaat yang bersamaan Jungkook yang menatap kearah bangku Jhope dan V yang kosong serta Suga yang terus menunduk menatap handphonenya, entah kenapa ia merasa telah melakukan hal yang salah. Walau ia tahu keadaan Yoobi tidak memungkinkan untuk bangun dari tempat tidurnya tapi bisa saja ia suntuk dan ingin berjalan-jalan secara diam-diam dan tanpa sengaja bertemu Jhope, bagaimana kalau V menemukan mereka dan memarahi mereka berdua? Suga merasa begitu bersalah karena bertindak tanpa berpikir dulu tapi entah kenapa hatinya juga terasa sesak saat Jhope berjalan berdua saja dengan Yoobi, ada apa dengan dirinya? Ia tidak pernah merasakan hal itu lagi hingga saat itu…. DEG! Mendadak sekilas kenangan terlintas dikepala Suga, dimanakah itu? Siapa yang berada disampingnya? Ia masih kecil dan juga Suga masih kecil saat itu tapi seingat Suga ia tidak pernah mempunyai teman yeoja, siapa dirinya? Dari kejauhan Jungkook menatap Suga dengan mata terbelalak. Terkejut. Dengan cepat ia mengeluarkan handphonenya berusaha menelfon seseorang tapi orang diseberang sana tidak menjawab membuat wajah Jungkook makin kesal dan menatap kearah Suga seakan ia tahu apa yang dirasakan Suga dan Suga tidak boleh dilanjutkannya.
Walau Jungkook berusaha membuat Suga tidak melanjutkan sekilas ingatannya itu jauh disana Jhope merasa tidak asing dengan panggilan yang baru saja disebut oleh Yoobi,bahkan ia terpaku seakan rasanya ia tidak ingin mengingatnya. Rasa sakit itu menjalar hingga membuat tangan Jhope bergetar hebat layaknya orang ketakutan akan sesuatu,Yoobi yang mengetahui keadaan Jhope mendekat dan menggenggam tangan Jhope.
“Mian Hobie~ah, mianhae.” ucap Yoobi membuat Jhope perlahan tersadar
“Mwo? Kenapa kau meminta maaf Yoobi-ssi? Naneun gwenchana, ini bukan karena dirimu” ucap Jhope berusaha menghapus keringat dingin nya membuat Yoobi tersenyum, entah kenapa membuat Jhope lebih baik dan melupakan rasa sakit yang baru ia rasakan.

Yoobi kembali menarik Jhope keluar dari sebuah toko baju dimana mereka membeli baju,dibawah terik matahari semua terasa panas tapi tangannya yang dipegang Yoobi begitu hangat dan nyaman seakan ia pernah melakukan hal ini. Ingatan sekilas itu datang dan pergi begitu saja membuat Jhope merasa begitu pusing hingga dia sulit untuk berjalan tapi ia tersadar Yoobi berhenti dan menatapnya. Ia perlahan menuntun Jhope menuju sebuah bangku dan duduk, Jhope berusaha tersenyum menatap kearah Yoobi dan berusaha untuk tetap kuat. Yoobi mengisyaratkan pada Jhope untuk beristirahat dipaha Yoobi membuat Jhope kaget dan memerah wajahnya. Jhope berusaha menolak tapi Yoobi menarik nya.

“Diamlah, kau terlihat pucat Hobie~ah” ucap Yoobi pelan membuat Jhope tenang dan tersenyum
“Istirahat saja dulu,aku akan menjagamu. Tidurlah Hobie~ah” ucap Yoobi sembari bersenandung pelan membuat Jhope perlahan merasa tenang dan mengantuk

-

Ia berlari kesana kemari, ia menelfon terus menerus namun tidak ada yang mengangkat. Ia terus berlari kemana pun untuk mencari nya walau bajunya sudah basah oleh keringatnya dan juga panas yang makin terik, tapi semua itu tidak akan menghentikan dirinya yang sedang mencari seseorang hingga ia mendapatinya sedang berlari sama dengan dirinya. Ia menghampiri dirinya tapi ia kaget dengan seseorang yang didepan nya yang lebih terlihat kecapaian dan juga pucat dengan wajah khawatirnya,ia menghampirinya dan menepuk pundaknya.

“Aku yakin mereka masih disekitar sini,kau bisa beristirahat aku yang akan mencari mereka” ucapnya lembut
“Ani, aku lah yang akan mencarinya karena semua ini makin gawat. Bagaimana dengan Suga? Kookie~ah” ucap V yang berusaha mengatur kembali nafas nya membuat Jungkook hanya bisa menatapnya dalam diam
“Gwenchana kau tidak usah khawatir” ucap Jungkook lalu melemparkan sesuatu pada V yang ia simpan dikantungnya
“Minum itu dan pergilah” ucap Jungkook membuat V menatapnya bingung lalu tersenyum,ia meminumnya lalu lari meninggalkan Jungkook
“Semoga saja ia datang tepat waktu” ucap Jungkook pelan

-

Jhope terbangun dan terkejut, otomatis ia terbangun dan menatap kearah Yoobi yang tersenyum padanya. Tanpa sadar Jhope tertidur lelap dipangkuan Yoobi membuatnya merasa bersalah,ia merapihkan rambutnya dan juga mengelap wajah nya yang sekiranya begitu berantakan tapi Yoobi tetap tersenyum padanya
“Mian, aku ketiduran” ucap Jhope malu
“Gwenchana,kau sudah mendingan?” ucap Yoobi menyentuh pipi Jhope
“N-ne...” ucap Jhope
“Kalau begitu mari jalan lagi” ucap Yoobi namun ketika ia ingin berdiri ia terduduk lagi membuat Jhope menatapnya aneh, begitu ia mengingat tempo hari Yoobi jatuh sakit ia langsung terkejut
“Gwenchana Yoobi-ssi? Kau sakit? Apa pusing? Katakan saja” ucap Jhope terlihat panik namun Yoobi tetap tersenyum
“Gwenchana, kajja kita jalan” ucap Yoobi berdiri dan mengulurkan tangannya pada Jhope

Jhope menerimanya dan berjalan kembali walau tanpa ia sadari tangan Yoobi begitu bergetar dan juga raut wajah Yoobi terlihat sedang menyembunyikan sesuatu tapi untung saja Jhope tidak menyadarinya. Jauh disana V menemukan seseorang yang ia rasa itu dirinya , ia berusaha berlari secepat mungkin karena ia merasa ada yang janggal dan juga V tidak ingin sesuatu yang ia takutkan terjadi tapi sebelum V sampai pada mereka.
BRUAK...
Yoobi terjatuh begitu saja dengan Jhope yang terbelalak karena kejadian itu begitu cepat berlalu,Jhope mendekat pada Yoobi dan mengangkatnya ia bisa melihat wajah Yoobi yang memucat dan ia bisa melihat bibir Yoobi yang memucat membuatnya mulai panik tapi disaat yang salah itu sekelibat kenangan menakutkan itu datang kembali membuat Jhope ketakutan.
“Andwae.... andwae.....” ucap Jhope pelan sembari menatap kearah Yoobi dengan wajah ketakutan
“Andwae! Jangan tinggalkan aku,aku tidak bersalah” ucap Jhope mulai keras membuat orang disekelilingnya menatapnya dan juga orang yang ingin menolong Yoobi menatapnya aneh, mereka bertanya untuk menenangkannya tapi tidak berhasil hingga V menerobos orang-orang yang melihat dan berusaha ingin menolong Yoobi dan menatap dengan lemas dengan wajah pucatnya.
“Noo...na....”

Saturday, October 1, 2016

(BTS) Just One Day Part.7



Pagi hari diisi dengan kegaduhan yang tidak biasa karena hari ini mereka berangkat bersama dari rumah Yoobi (Jhope dkk menghampiri kerumah Yoobi) dan terlihat jelas V tidak menyukainya, selain ia terbiasa hanya berangkat berdua dengan Yoobi dan sekarang mereka menimbrung mereka juga terlalu dekat dengan Yoobi tapi Jhope dan yang lainnya tidak memperdulikan hal itu. Perlahan pembully an dan juga hal buruk yang berasal dari kecemburuan para siswi mulai tidak menghampiri Yoobi lagi dan mereka terus main, makan siang bahkan pulang pergi bersama. Walau V sudah tidak lagi marah dan lebih memilih diam saja, Jungkook tahu ia begitu kesal dan juga tidak senang akan hal ini tapi Jungkook hanya bisa memilih diam karena perjanjiannya dengan V dan juga menjaga perasaan Yoobi.
Walau tanpa disadari perasaan masing-masing member BTS mulai membesar karena waktu yang mereka habiskan lebih banyak bersama Yoobi dan juga perasaan kesal dan cemas V ikut membesar bersama, pagi hari seperti biasa V sudah berada dikamar Yoobi melihat Yoobi sedang menyisir rambutnya dan memakai kaos kaki bersiap untuk kesekolah. V hanya bisa memandangnya sedih hingga Yoobi mengajaknya untuk berangkat kesekolah, terlihat saat Yoobi ingin keluar rumah ia sedikit terlihat tidak baik bahkan ia hampir terjatuh saat ingin keluar rumah, dan pastinya V dengan sigap langsung menghampirinya dengan wajah yang mulai pucat


“Noona lebih baik hari ini dirumah saja ne? Kau sudah sering masuk pasti tidak apa-apa untuk izin, ujian noona juga masih jauh bukan?” ucap V khawatir membuat Yoobi tersenyum dan menggeleng pelan
“Naneun gwenchanayo Tae~ah, kajja kita berangkat mereka sudah menunggu kita” ucap Yoobi berjalan terlebih dahulu namun V tetap khawatir dengan melihat cara berjalan Yoobi, V tau ia tidak baik-baik saja hanya saja V hanya bisa bergumam sembari mengamatinya terus menerus dan yang membuatnya lebih pucat adalah Jhope , Rapmon , Jin , Suga , Jimin dan Jungkook sudah berada disana menunggu mereka seperti yang Yoobi katakan. Saat Yoobi ingin menghampirinya ia merasa dadanya terasa aneh hingga terhenti, ia merasa tidak asing lagi akan hal seperti ini tapi mereka sudah ada disana dan mereka bisa melihat, Yoobi tidak bisa menengok kearah V saat ia baru menyadari harusnya ia mendengarkan V dari awal
“Kumohon jangan jatuh didepan mereka, kumohon jangan melihat kesini, kumohon… kuatlah.. sebentar lagi saja” gumam Yoobi yang sedari tadi sudah merasakan ada yang aneh, mereka yang melihat Yoobi langsung tersenyum menghampiri Yoobi namun Jungkook yang melihat wajah Yoobi membuatnya lari dan V yang kaget karena Yoobi terjatuh pingsan
“Noona!!!!” ucap V memeluknya membuat yang lainnya kaget
“Yoobi sunbae? V gwenchana? Cepat kita bawa kerumah sakit” ucap Jimin membuat Jungkook yang melihatnya hanya bisa menunduk
“Jungkook~ah bantu aku! Kajja!” teriak V membuat Jungkook bergerak cepat dan berlari kearah rumahnya

V langsung menidurkan Yoobi ditempat tidurnya dan Jungkook yang mengambil kompres dan juga hal-hal yang diperlukan V, Jhope dan lainnya hanya bisa melihat dari ruang tamu (dikarenakan V yang melarang mereka) melihat Jungkook dan V yang terlihat sangat sibuk sampai mendengar Jungkook memanggil dokter untuk kerumah hingga dokter itu selesai memeriksa Yoobi, Jungkook yang berjalan menuju ruang tamu hanya bisa menunduk dan duduk. Terdiam tanpa kata dan tanpa V disana

“Jungkook~ah bagaimana keadaan Yoobi-ssi?” ucap Jhope namun Jungkook tetap terdiam
“Yoobi sunbae… sakit apa?” ucap Jin namun Jungkook masih terdiam
“Jungkook~ah, bicaralah kami juga sama khawatirnya denganmu” ucap Rapmon membuat Suga menepuk pundaknya karena ia melihat Jungkook yang semakin menunduk
“Jungkook~ah, Taehyung dimana?” ucap Suga membuat Jungkook menunjuk kekamar Yoobi dan tetap terdiam membuat Jimin menghampirinya dan menepuk pundak Jungkook
“Ya Jungkook~ah kalau kau tidak mau mengatakannya atau karena V melarangmu tidak apa-apa,tapi lebih baik kita pulang dulu… Paling tidak sudah ada V yang bersama Yoobi sunbae ne?” ucap Jimin membuat para member berdiri dan Jungkook yang mengangguk lemah dan menatap kearah kamar Yoobi

Yoobi terbangun dengan punggung seseorang disampingnya dan ia tahu siapa pemilik punggung itu,ia hanya bisa menaikkan selimutnya dengan tangan yang bergetar berusaha untuk tetap tegar walau ia tahu ia sudah melakukan kesalahan yang cukup besar.

“Ta-Tae~ah… mianhe.. jeongmal mianhe… aku-“ belum selesai Yoobi berbicara V sudah memukul meja disampingnya begitu keras dengan wajah yang Yoobi sudah tahu, kesal , marah , khawatir jadi satu membuat Yoobi makin berusaha menahan isaknya
“Tae~ah aku tahu kau marah padaku bahkan kau kesal padaku yang tidak menuruti kata-katamu tapi Tae~ah kumohon jangan memben-“ Dengan cepat V memeluk Yoobi dengan erat, bahkan Yoobi dapat merasakan tangan V bergetar hebat
“Noona… kau tidak perlu meminta maaf, ini bukan salahmu… Jadi kumohon jangan berusaha bersikap tegar didepanku noona… kumohon…” ucap V bergetar membuat Yoobi membalas pelukkannya
“Tae~ah…. Saranghae..”

-

Dalam perjalanannya Jhope merasa janggal dengan hal tadi, ia begitu penasaran dengan keadaan Yoobi namun rasa tidak ingin menyakiti Yoobi mengalahkan rasa penasarannya. Hal yang sangat mengganggunya adalah sikap Jungkook yang seakan sudah tahu keadaan Yoobi dan juga V yang sangat merahasiakan hal itu, apakah sakit Yoobi bukan seperti anemia biasa? Bahkan Jhope tidak pernah berhenti berpikir setelah hari itu, karena rasa penasaran akibat perubahan sifat kedua temannya yang sangat drastis. Tak pernah terpikirkan nya perubahan mereka karena kasus pembully an Yoobi karena jelas mereka terlebih dahulu mengetahuinya, hanya V yang terlihat jarang tersenyum karena nya. Jhope tidak dapat berpikir lagi dan menghela nafas hingga ia melihat seseorang didepannya yang membuatnya terkejut, wajahnya itu terlalu familiar untuk bertemu hari itu, siapakah dia? Saat ia tersenyum pada Jhope mendadak Jhope seperti melompat kewaktu dulu membuat Jhope semakin kaget adalah… wajah itu sering terlintas dan ia masih mengingat orang tersebut tapi kenapa.. Jhope terdiam ditempatnya hingga orang itu menatapnya dan tersenyum sedikit lalu berjalan melaluinya seakan mereka tidak saling mengenal, Jhope mengeluarkan keringat dingin dan tak lama ia menengok kearahnya pergi dan masih melihat dirinya. Jhope merasa mengenalnya tapi mengapa ia merasa memorynya sedikit tidak jelas dan juga entah kenapa Jhope seakan tidak ingin mengingatnya? Ia pun mengikuti kemana perginya orang itu karena ia begitu penasaran, ia terus mengikutinya tanpa ia tahu tapi mengapa Jhope merasa ia berjalan kearah rumah V dan juga Yoobi? Apakah mereka bertetangga? Hingga orang itu berbelok memasuki sebuah rumah , Jhope terhenti tidak jauh dari sana dan akhirnya ia mengetahui siapa ahjussi itu.

Esok hari datang begitu cepat tanpa disadari oleh Jhope yang begitu terkejut saat bangun dari tidurnya, entah kenapa ia begitu aneh hari itu dia bangun lebih pagi dari biasanya bahkan ia bermandikan keringat padahal AC kamarnya menyala dan terasa dingin. Ada apa dengan Jhope? Ia merasa begitu shock hanya karena mengetahui rumah ahjussi yang menurutnya tidak asing untuknya tapi ia merasa masih ada yang janggal, seakan ia tidak bisa atau tidak berani mengatakannya pada siapapun bahkan pada orang itu. Mungkin Jhope harus melupakan semua itu dan berusaha untuk tidak memikirkannya, Jhope bangun dari tidurnya dan menggaruk kepalanya berjalan pelan menuju kamar mandi tapi ia mendengar bell rumahnya berbunyi membuatnya makin malas dan berjalan ogah-ogahan

“Ne… ne ne … Sekali saja sudah cukup bukan?” ucap Jhope setengah berteriak dengan nada mulai kesal karena tamu satu ini sangat tidak sabaran padahal Jhope masih mengenakan kaos tipis dan celana pendeknya itu, Jhope begitu malas membukannya karena ia pikir mungkin saja itu tukang pos atau semacamnya tapi yang ada didepan mukanya membuatnya shock melebihin tentang ahjussi semalam itu
“OMO! Omoomoomoomoomoomoomo!!!!!!!” teriak Jhope dalam hati dan mundur perlahan
“Waeyo? Mengapa menatapku seakan aku hantu? Aku belum mati Hobie~ah” ucapnya lembut membuat Jhope terhenti seketika
“Ho-hobie~ah?” ucap Jhope pelan dengan nada penasaran membuat seseorang didepannya tersenyum manis
“Tehe~”

-

Pagi ini begitu berat untuk Suga yang agak susah bangun pagi tapi daripada eommanya terus berteriak untuk menyuruhnya berangkat sekolah akhirnya ia pergi secepat kilat, ia masih menguap dan juga tidak sempat merapihkan rambutnya. Ia kembali melihat handphone nya dan benar saja ini terlalu pagi untuk pergi kesekolah hingga akhirnya ia memutuskan untuk menelfon Rapmon tapi ia memikirkan kembali karena Rapmon adalah orang yang lebih malas darinya, lalu ia memikirkan kembali untuk menelfon Jin/Jungkook/Jimin yang biasanya rajin bangun pagi tapi ia terhenti begitu melihat orang yang ia kenal melewatinya dan buru-buru menekan tombol end dan menelfon orang yang ia sangat tahu hal ini.

“Aigoo enak sekali berangkat pagi-pagi begini,kau selalu bangun jam segini Hobie~ah?” ucapnya tersenyum dan menghadap kearah Jhope tapi Jhope memandangnya nanar tanpa mengatakan apapun
“Hobie~ah? Apakah kau tidak terbiasa aku panggil seperti itu? Aku memanggilmu seperti itu karena tidak adil aku memanggil secara banmal pada yang lainnya tapi padamu tidak” ucapnya sekali lagi tapi Jhope tidak mengatakan apa-apa
“Gwenchanayo Jhope-ssi, aku sudah tidak apa-apa” ucapnya membuat Jhope tersadar dan kali ini ia tidak memandang kearah Jhope
“Jin…jjayo..?” ucap Jhope pelan dan hanya dibalas senyuman olehnya
“Sepertinya aku malas berangkat sekolah dengan cuaca seperti ini, Jhope-ssi bagaimana kalau kita berkencan saja?” ucapnya membuat Jhope terhenti dan seketika seperti menggigit lidahnya seakan tidak percaya akan kata-katanya
“MWO?!”

-

Diseberang sana seorang namja berkata tanpa henti bahkan menjelaskan dengan sangat detail hingga ia menutup telfonnya, dengan sangat kesalnya ia melemparkan handphonenya dan dengan cepat menarik jaketnya lalu melesat keluar. Wajahnya begitu menakutkan bahkan saking cepatnya ia berlari ia tidak peduli pada orang-orang yang ia tabrak, ia hanya ingin cepat-cepat menemukan orang yang ia cari dan ia tidak peduli kalau nantinya semua orang akan mengejarnya karena ia menabrak tanpa meminta maaf dahulu.

“Yoobi noona, wae? WAE?!” teriaknya sembari lari dengan keringat bercucuran

Saturday, June 18, 2016

(BTS) Just One Day Part.6



Dari pagi hari Jin sudah berlari-lari menuju kelas padahal jam masuk sekolah masih cukup lama membuat J-Hope dan Jimin yang sudah datang kebingungan, setelah menengok kesana kemari dan tidak menemukan orang yang ia cari Jin langsung beranjak pergi hingga melewati Rapmon dan Suga yang baru saja tiba. Rapmon dengan wajah bingungnya menatap Jimin hanya dibalas gelengan karena tidak ada yang tahu mengapa dengan sikap Jin pagi itu. Sebenarnya Jimin ingin sekali mengikuti Jin tapi melihat J-Hope yang belum sepenuhnya semangat itu membuat Jimin khawatir, ia juga merasa bersalah karena tidak cepat mengatakan soal pembullyan itu, setelah kemarin mereka mendengar kepindahan Jonghyun ke jepang membuat J-Hope makin tidak semangat.
Dilain tempat V terus menatap kearah  Yoobi dengan tatapan khawatir tapi Yoobi hanya tersenyum bingung terhadap V yang memandangnya begitu, Yoobi mengelus kepala V dan menatapnya seakan ingin mengatakan dia tidak apa-apa. Tapi V tidak percaya dan tidak juga beranjak dari sisi Yoobi dari semalam membuat Yoobi hanya bisa tersenyum dan mengelus kepalanya, handphone V terus berdering membuatnya risih dan mematikan handphonenya. Ia sudah menduga kalau Jungkook akan terus menghubunginya tapi ia tidak tahu kalau Jin juga salah satu yang menghubunginya itu mulai kesusahan, karena V mematikan handphonenya

“Tae~ah kenapa kau matikan? Kau tidak sekolah? Aku tidak ap-“
“Sudahlah noona aku bilang jangan berbohong, noona pikir aku kenal denganmu baru kemarin?” ucap V membuat Yoobi sedikit terhentak dan memeluk V pelan
“Naneun gwenchana,Tae~ah…” ucap Yoobi pelan membuat V memeluknya erat
“Noona..” ucap V pelan

Dengan sangat terpaksa V berangkat menuju sekolah dan meninggalkan Yoobi yang harus beristirahat, entah kenapa V begitu enggan meninggalkan Yoobi seakan Yoobi akan hilang kalau tidak diperhatikan. Tidak jauh dari sana seseorang menunggunya membuat wajahnya makin terlihat menyeramkan, bahkan V berusaha berjalan melewatinya tanpa peduli tapi ia mengikuti V dan itu terlihat jelas sangat mengganggu.

“Apa maumu hah? Palli katakan!” ucap V kesal
“Baru kali ini aku melihatmu begitu emosi Taehyung~ah, kau begitu mencintainya kah?” ucap Jungkook membuat V tersentak
“Mian tapi cepatlah kalau tidak kita akan terlambat” ucap V menghela nafas
“Kenapa kau tidak jujur saja pada semuanya? Tentang Yoobi noona, tentang penyakitny-“
“Kau gila?! Dia saja berusaha menutupi hal itu dariku bahkan selama lebih dari 1bulan menutupi dari kalian semua, apa kau pernah memikirkan perasaan Yoobi noona? Kau memang tahu tentang dirinya tapi itu hanya sampai 10 tahun yang lalu! Aku sudah 3 tahun bersamanya! Jadi lebih baik tutup mulutmu atau kau tidak akan bisa menemui Yoobi noona lagi!” ucap V membuat Jungkook terdiam

Dengan keadaan sunyi dan hawa tidak enak diantara V dan Jungkook membuat para fans mereka enggan untuk mendekat, bukan hanya itu semenjak pembelaan V pada Yoobi kemarin membuat para fans takut padanya karena tahu V akan membenci mereka. Jungkook pun mulai memasang wajah masam dan menatap kearah fans atau siswi yang mulai mendekatinya membuat para siswi perlahan menjauh, tidak lama dari arah depan Jin berlari kearah mereka dengan nafas tersenggal ia berhenti tepat didepan V dan Jungkook membuat mereka berdua menatap Jin kebingungan. Namun tanpa mengatakan satu kalimatpun Jin langsung menarik V dan diikuti Jungkook yang masih bingung melihat tingkah Jin, wajah Jin seakan ingin melarang Jungkook untuk mengikuti mereka tapi karena waktunya tidak banyak Jin hanya bisa pasrah membiarkannya.

-

J-Hope hanya bisa menatap kosong keluar jendela memikirkan betapa bersalahnya dirinya atas pembully-an Yoobi dan juga kepindahan Jonghyun yang ia yakini karena masalah pembully-an itu, semalam J-Hope menerima email dari alamat yang tidak ia kenal tapi ia tahu kalau email itu dari Jonghyun. Email itu berisikan permintaan maaf kepada semuanya terutama Yoobi, karena itulah J-Hope merasa makin bersalah karena J-Hope lah yang membuat Jonghyun berubah begitu kalau saja saat itu J-Hope menolong Sohyun mungkin Jonghyun tidak akan berubah menjadi sekeji ini. Ditengah lamunan nya ia tersadar oleh suara Rapmon dan Jimin yang melihat kedatangan Jungkook-V dan Jin yang terlihat aneh, J-Hope juga menyadari dari wajah Jin dan Jungkook yang berbeda dan raut wajah seram V yang kedua kalinya J-Hope lihat, ada apa dengan mereka?
Siang hari saat istirahatpun suasana dalam ruangan kumpul mereka begitu suram, Rapmon-Suga-Jimin hanya bisa bingung sembari menatap dari jauh ada apa dengan ketiga namja itu dan J-Hope yang tetap menatap keluar jendela tanpa memikirkan hawa suram dari mereka bertiga. Perlahan Rapmon mulai mendekati Jin dan Jimin-Suga mendekati Jungkook untuk menenangkan mereka dan menanyakan ada apa, tidak ada yang berani mengganggu V saat wajahnya sedang berubah beringas itu. Tetapi Jungkook enggan berbicara dan Jin yang terlihat takut untuk berbicara karena terus menatap kearah V dan Jungkook secara bergantian seakan itu adalah hal yang tidak boleh diketahui orang lain, Suga-Jimin-Rapmon mulai curiga dan makin penasaran sampai dering sms handphone V mengagetkan seisi ruangan (kecuali J-Hope) dan wajah V yang terkesan terkejut dan khawatir itu mendadak berdiri dan membuka pintu, disanalah suara manis itu terdengar membuat J-Hope tersadar dari lamunan nya.

“Annyeong semua” ucapnya membuat yang lainnya ikut kaget (dengan wajah V yang cukup menyeramkan)
“No..noona, kenapa kau ada di-“ belum selesai V menyelesaikan pertanyaan nya Yoobi sudah menarik tangan nya untuk masuk
“Jadi ini tempat kumpul kalian? Aku baru pertama kali kesini, soalnya Tae tidak pernah mau mengajakku kesini. Arra? Rapmon-ssi, Jin-ssi, Jimin-ssi, Suga-ssi, J-Hope-ssi, dan Kookie? Waeyo? Kalian seperti melihat hantu saja” ucap Yoobi membuat yang lain tersadar
“Yoobi-ssi kukira kau tidak masuk hari in-“  ucapan Jimin terhenti karena V yang memukul pintu dengan kencang membuat semua kaget namun anehnya tidak dengan Yoobi
“Noona aku tanya sekali lagi! Kenapa kau ada disini dan bukannya istirahat dirumah? Noona tahu kan dirimu itu sedang tidak enak badan?!” teriak V pada Yoobi membuat semua orang kaget karena baru kali ini V terlihat begitu kasar dan galak, bertolak belakang dari V yang biasanya
“Taehyung~ah kau sudah keterlaluan, sudahlah” ucap Suga namun tidak dipedulikan oleh V membuat Yoobi tersenyum kearah V
“Tae~ah jangan memasang muka seram seperti itu, teman-temanmu kaget kan? Mereka belum tahu sisimu yang lucu ini, jadi tenanglah Tae~ah. Aku baik-baik saja, kau bisa lihat bukan?” ucap Yoobi lembut membuat V tertunduk lemas tidak bisa membalas apa-apa, J-Hope tetap memandangnya bingung ia tidak getar dengan hentakan V dan tetap tersenyum walau V sudah berteriak padanya. Yoobi yang menyadari itu berjalan menuju kearah J-Hope membuat J-Hope tersentak dan berdiri secara refleks
“J-Hope-ssi mianhe” ucap Yoobi pelan membuat J-Hope bingung
“Mian aku tetap diam walau semua teman-temanmu sudah tahu, hanya saja mereka tahu tanpa aku sadari. Sebenarnya aku tidak mau merepotkan kalian, lagipula ini salahku. Hehehe” senyum Yoobi membuat semua menggigit bibirnya dan secara bersamaan mereka menghampiri Yoobi dan
“Ini bukan salahmu, ini semua salahku. Jadi kau tidak perlu meminta maaf” ucap ketujuh member BTS secara serentak membuat mereka kaget dan Yoobi yang tertawa disusul oleh semuanya (Kecuali V)
“Arraseo, kalau begitu mulai hari ini boleh aku ikut mengumpul bersama kalian? Disini?” ucap Yoobi dibalas anggukan semuanya, Yoobi tersenyum dengan Suga Jimin dan lainnya yang berebut ingin berbicara dengaan Yoobi tapi dari kejauhan wajah V tetap tegang memandang lurus kearah Yoobi seakan menyesal telah meninggalkannya pagi ini.

Hari ini adalah pertama kali para BTS dan juga Yoobi pulang bersama dengan suara gelak tawa meramaikannya yang membuat para siswi lainnya begitu cemburu menatap kearah Yoobi, hampir setengahnya sudah mengutuk Yoobi dalam hati dan sisanya hanya bisa gigit jari menatapnya. Mereka terlihat begitu bahagia terkecuali V yang tetap memasang wajah tegangnya, ia bahkan tidak mengeluarkan sepatah katapun dan tetap terdiam seperti bukan V. Jungkook hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan V dan Jin yang begitu senang berbicara dengan Yoobi dan juga Suga-Jimin-Rapmon-J-Hope yang selalu ingin tahu, kembali kebeberapa jam yang lalu sebelum masuk kelas. Jin menarik V jauh dari kerumunan dan juga jalan yang jarang dilewati guru sekaligus, dengan wajah bingung nya V hanya menatap Jin dengan penuh tanya tanpa mengetahui apa yang akan dibicarakan Jin membuat mood V sangatlah hancur seharian ini.
Belum lagi Jin tidak berbicara juga walau mereka sudah saling tatap, membuat V mulai kesal dengan Jungkook yang terus menghela nafas berusaha menenangkan V yang sebenarnya mood nya sudah mulai tidak bagus dari tadi pagi akibat Jungkook. Sampai akhirnya Jin mengeluarkan suaranya membuat V tersentak dengan tatapan Jungkook yang berubah, entah kenapa ini memperburuk keadaan dalam pikiran V hal seperti ini harus dicegah cepat atau lambat namun bagusnya Jin sama sekali belum mengatakan hal itu selain pada mereka berdua. Perkataan Jin yang menghancurkan mood V dalam sehari

“Taehyung~ah , ternyata aku teman sejak kecilnya Yoobi sunbae juga. Apakah mungkin kita dulu juga berteman?” ucap Jin membuat wajah manis-sexy V berubah seketika namun tatapan Jungkook menjadi bersinar, saat  ingin berbicara V dengan cepat menarik kerah Jin dan memojokkan nya
“Siapa yang bilang hal itu padamu? Apa dari member lain? Atau siapa hah? Katakan padaku” ucap V membuat Jin maupun Jungkook terkejut
“Taehyung~ah… waey-“
“Palli jawab pertanyaanku!” sentak V membuat Jin terkejut, Jungkook ingin menghentikannya tapi Jin mengkodekan bahwa ia tidak apa-apa dan Jungkook hanya bisa menghela nafas
“Dari eommaku” ucap Jin pelan
“Apa Suga-Rapmon-Jimin dan J-Hope tahu hal ini? Apakah ayahmu juga tahu? Dan kenapa dengan bodohnya kau menyebut namanya dirumahmu? Apa urusanmu padanya?” ucap V makin mengeratkan tangannya membuat Jungkook mau tidak mau memisahkannya hingga V melepaskan Jin yang mulai ketakutan dan juga keheranan dengan V yang tidak pernah ia lihat
“An..Ani, aku baru saja mau menanyakan hal ini padamu Taehyung~ah. Lagipula ada apa dengan Ayahku? Saat itu hanya eommaku yang mendengar dan lagi aku tidak sengaja, hanya saja aku merasa tidak asing dengannya” ucap Jin membuat V mengepalkan tangannya
“Dengarkan kata-kataku dan ingatlah! Jangan katakan pada mereka apalagi pada Yoobi noona! Sebisa mungkin katakan pada ibumu agar tidak menceritakan dia pada ayahmu, kau harus memastikan hal itu! Dan lagi, kalau kau bertemu Yoobi noona jangan pernah mengatakan bahwa kau pernah mengenalnya dulu!” teriak V beranjak dari tempatnya meninggalkan Jin yang terheran-heran dan Jungkook yang membantu Jin
“Kookie~ah, apa dia benar-benar V?” ucap Jin bingung pada Jungkook membuat Jungkook menatap lurus kearah punggung V
“Ne, dialah V yang kita kenal 10 tahun yang lalu” ucap Jungkook pelan

-

“Aigoo berat sekali hari ini tapi menyenangkan juga pulang beramai-ramai, besok kita lakukan lagi ne? Tae~ah?” ucap Yoobi namun ia heran karena V tetap berdiri memunggunginya dan terdiam membuat Yoobi perlahan menghampirinya
“Tae~ah, sudah ku bilang bukan? Naneun gwenchanayo” ucap Yoobi dan dengan cepat V memeluknya dan mendorongnya hingga jatuh diatas tempat tidur, dalam keadaan memeluk. Kekagetan Yoobi hilang begitu mengetahui pundak V yang bergetar, ia hanya bisa tersenyum sedih dan mengelus kepala V
“Noona waeyo? Mengapa masih bisa tersenyum pada mereka? Padahal kau masih sakit, mengapa kau berangkat sekolah? Noona… aku tidak ingin kau menghilang lagi,ku-kumohon noona jangan lakukan hal itu lagi” ucap V bergetar membuat Yoobi memeluknya
“Tae~ah, gomawo… Kau selalu perhatian padaku, tapi sejujurnya Tae~ah aku ingin berbicara padamu” ucap Yoobi membuat V terbangun dan menatap kearah Yoobi, terkejut dengan pandangan Yoobi dan juga senyumnya
“Sebenarnya…”