Jhope berjalan dengan wajah yang bertanya-tanya karena tidak biasanya Yoobi seperti ini, mengajaknya bolos sekolah bahkan untuk KENCAN (tolong garis bawahi dan diperjelas lagi) , ya KENCAN ! Jhope berusaha mencubit dirinya sendiri hingga meringis kesakitan, seorang Yoobi mengajaknya berkencan bahkan dia yang menarik Jhope entah kemana. Setelah Jhope sadar dia sudah didepan kamar ganti dengan tas Yoobi ditangannya, apakah Jhope mulai kehilangan kesadarannya? Ia bertanya-tanya apa yang ia lakukan disana, saat ia ingin pergi mencari Yoobi tirai didepannya terbuka dan…
“Hobie~ah apakah ini bagus?” ucap Yoobi dengan rok pendek yang berenda berwarna pink soft beserta baju one piece berwarna beige yang senada dengan roknya membuat Jhope reflek menutup setengah wajahnya karena malu
“Ba-bagus…. Terlihat co-cocok” ucap Jhope membuat Yoobi tersenyum
“Arraseo, kemarilah Hobie~ah” ucap Yoobi menarik Jhope kearah tempat pakaian laki-laki membuat Jhope bingung
“Yo-yoobi-ssi i-ini…” ucap Jhope tanpa menjawab Yoobi menyodorkan satu set baju pada Jhope
“Pakailah, aku ingin kau memakainya pasti sangat cocok denganmu.” Ucap Yoobi kemudian mendorong Jhope yang tak bisa melawan senyum Yoobi ke kamar ganti, tanpa memakan waktu lama Jhope keluar dan menampakkan dirinya membuat pengunjung yeoja beserta pegawai perempuan takjub melihatnya
“Ba-bagaimana?” ucap Jhope dan dibalas anggukkan dan senyum Yoobi
“Bagus sekali Hobie~ah, ahjumma aku beli dua set ini ne?” ucap Yoobi yang berjalan kearah meja cashier membuat Jhope mengejarnya dengan khawatir
“Yoobi-ssi kau tidak perlu membelikanku, aku bawa uang ko-“
“Anggap saja ini kado dariku, Hoseok~ah” ucap Yoobi membuat Jhope tersentak, sekelibat sebuah kenangan sekilas membuat Jhope merasa asing namun juga tidak asing secara bersamaan. Perasaan apakah itu? Kenapa ia merasa tidak asing dengan panggilan dan nada itu? Belum sampai Jhope sadar Yoobi sudah menariknya kembali membuat Jhope tidak fokus pada yang ia baru saja pikirkan tadi
Disaat yang bersamaan Jungkook yang menatap kearah bangku Jhope dan V yang kosong serta Suga yang terus menunduk menatap handphonenya, entah kenapa ia merasa telah melakukan hal yang salah. Walau ia tahu keadaan Yoobi tidak memungkinkan untuk bangun dari tempat tidurnya tapi bisa saja ia suntuk dan ingin berjalan-jalan secara diam-diam dan tanpa sengaja bertemu Jhope, bagaimana kalau V menemukan mereka dan memarahi mereka berdua? Suga merasa begitu bersalah karena bertindak tanpa berpikir dulu tapi entah kenapa hatinya juga terasa sesak saat Jhope berjalan berdua saja dengan Yoobi, ada apa dengan dirinya? Ia tidak pernah merasakan hal itu lagi hingga saat itu…. DEG! Mendadak sekilas kenangan terlintas dikepala Suga, dimanakah itu? Siapa yang berada disampingnya? Ia masih kecil dan juga Suga masih kecil saat itu tapi seingat Suga ia tidak pernah mempunyai teman yeoja, siapa dirinya? Dari kejauhan Jungkook menatap Suga dengan mata terbelalak. Terkejut. Dengan cepat ia mengeluarkan handphonenya berusaha menelfon seseorang tapi orang diseberang sana tidak menjawab membuat wajah Jungkook makin kesal dan menatap kearah Suga seakan ia tahu apa yang dirasakan Suga dan Suga tidak boleh dilanjutkannya.
Walau Jungkook berusaha membuat Suga tidak melanjutkan sekilas ingatannya itu jauh disana Jhope merasa tidak asing dengan panggilan yang baru saja disebut oleh Yoobi,bahkan ia terpaku seakan rasanya ia tidak ingin mengingatnya. Rasa sakit itu menjalar hingga membuat tangan Jhope bergetar hebat layaknya orang ketakutan akan sesuatu,Yoobi yang mengetahui keadaan Jhope mendekat dan menggenggam tangan Jhope.
“Mian Hobie~ah, mianhae.” ucap Yoobi membuat Jhope perlahan tersadar
“Mwo? Kenapa kau meminta maaf Yoobi-ssi? Naneun gwenchana, ini bukan karena dirimu” ucap Jhope berusaha menghapus keringat dingin nya membuat Yoobi tersenyum, entah kenapa membuat Jhope lebih baik dan melupakan rasa sakit yang baru ia rasakan.
Yoobi kembali menarik Jhope keluar dari sebuah toko baju dimana mereka membeli baju,dibawah terik matahari semua terasa panas tapi tangannya yang dipegang Yoobi begitu hangat dan nyaman seakan ia pernah melakukan hal ini. Ingatan sekilas itu datang dan pergi begitu saja membuat Jhope merasa begitu pusing hingga dia sulit untuk berjalan tapi ia tersadar Yoobi berhenti dan menatapnya. Ia perlahan menuntun Jhope menuju sebuah bangku dan duduk, Jhope berusaha tersenyum menatap kearah Yoobi dan berusaha untuk tetap kuat. Yoobi mengisyaratkan pada Jhope untuk beristirahat dipaha Yoobi membuat Jhope kaget dan memerah wajahnya. Jhope berusaha menolak tapi Yoobi menarik nya.
“Diamlah, kau terlihat pucat Hobie~ah” ucap Yoobi pelan membuat Jhope tenang dan tersenyum
“Istirahat saja dulu,aku akan menjagamu. Tidurlah Hobie~ah” ucap Yoobi sembari bersenandung pelan membuat Jhope perlahan merasa tenang dan mengantuk
-
Ia berlari kesana kemari, ia menelfon terus menerus namun tidak ada yang mengangkat. Ia terus berlari kemana pun untuk mencari nya walau bajunya sudah basah oleh keringatnya dan juga panas yang makin terik, tapi semua itu tidak akan menghentikan dirinya yang sedang mencari seseorang hingga ia mendapatinya sedang berlari sama dengan dirinya. Ia menghampiri dirinya tapi ia kaget dengan seseorang yang didepan nya yang lebih terlihat kecapaian dan juga pucat dengan wajah khawatirnya,ia menghampirinya dan menepuk pundaknya.
“Aku yakin mereka masih disekitar sini,kau bisa beristirahat aku yang akan mencari mereka” ucapnya lembut
“Ani, aku lah yang akan mencarinya karena semua ini makin gawat. Bagaimana dengan Suga? Kookie~ah” ucap V yang berusaha mengatur kembali nafas nya membuat Jungkook hanya bisa menatapnya dalam diam
“Gwenchana kau tidak usah khawatir” ucap Jungkook lalu melemparkan sesuatu pada V yang ia simpan dikantungnya
“Minum itu dan pergilah” ucap Jungkook membuat V menatapnya bingung lalu tersenyum,ia meminumnya lalu lari meninggalkan Jungkook
“Semoga saja ia datang tepat waktu” ucap Jungkook pelan
-
Jhope terbangun dan terkejut, otomatis ia terbangun dan menatap kearah Yoobi yang tersenyum padanya. Tanpa sadar Jhope tertidur lelap dipangkuan Yoobi membuatnya merasa bersalah,ia merapihkan rambutnya dan juga mengelap wajah nya yang sekiranya begitu berantakan tapi Yoobi tetap tersenyum padanya
“Mian, aku ketiduran” ucap Jhope malu
“Gwenchana,kau sudah mendingan?” ucap Yoobi menyentuh pipi Jhope
“N-ne...” ucap Jhope
“Kalau begitu mari jalan lagi” ucap Yoobi namun ketika ia ingin berdiri ia terduduk lagi membuat Jhope menatapnya aneh, begitu ia mengingat tempo hari Yoobi jatuh sakit ia langsung terkejut
“Gwenchana Yoobi-ssi? Kau sakit? Apa pusing? Katakan saja” ucap Jhope terlihat panik namun Yoobi tetap tersenyum
“Gwenchana, kajja kita jalan” ucap Yoobi berdiri dan mengulurkan tangannya pada Jhope
Jhope menerimanya dan berjalan kembali walau tanpa ia sadari tangan Yoobi begitu bergetar dan juga raut wajah Yoobi terlihat sedang menyembunyikan sesuatu tapi untung saja Jhope tidak menyadarinya. Jauh disana V menemukan seseorang yang ia rasa itu dirinya , ia berusaha berlari secepat mungkin karena ia merasa ada yang janggal dan juga V tidak ingin sesuatu yang ia takutkan terjadi tapi sebelum V sampai pada mereka.
BRUAK...
Yoobi terjatuh begitu saja dengan Jhope yang terbelalak karena kejadian itu begitu cepat berlalu,Jhope mendekat pada Yoobi dan mengangkatnya ia bisa melihat wajah Yoobi yang memucat dan ia bisa melihat bibir Yoobi yang memucat membuatnya mulai panik tapi disaat yang salah itu sekelibat kenangan menakutkan itu datang kembali membuat Jhope ketakutan.
“Andwae.... andwae.....” ucap Jhope pelan sembari menatap kearah Yoobi dengan wajah ketakutan
“Andwae! Jangan tinggalkan aku,aku tidak bersalah” ucap Jhope mulai keras membuat orang disekelilingnya menatapnya dan juga orang yang ingin menolong Yoobi menatapnya aneh, mereka bertanya untuk menenangkannya tapi tidak berhasil hingga V menerobos orang-orang yang melihat dan berusaha ingin menolong Yoobi dan menatap dengan lemas dengan wajah pucatnya.
“Noo...na....”
No comments:
Post a Comment