Sunday, March 20, 2016

(BTS) Just One Day Part.3

Sesampai dirumahnya Yoobi menaruh tasnya dan mengeluarkan sepatu sekolah yang ia bawa,ia terus memperhatikan sepatunya yang terlihat kotor akibat para yeoja itu. Ini sudah ke 5 kalinya terhitung dari saat pertama Suga memergokinya,para yeoja itu tetap meneror Yoobi bahkan baju olahraga maupun bukunya disobek dan dirobek oleh mereka tapi Yoobi tidak bisa melawan ataupun berbicara pada siapapun. Hanya isak tangisnya yang dapat ia keluarkan,suara pintu diketuk terdengar membuat Yoobi reflek menghapus air matanya dan menyembunyikan sepatunya.
“A..ah ye,nuguseo?” ucap Yoobi
“Ini aku noona” ucapnya tersenyum
“Aigoo kukira siapa,kenapa kau disini? Mau mengerjakan tugas bersama?”ucap Yoobi mengeluarkan buku dari tasnya namun terhenti karena ia lupa bahwa bukunya masih tercoret-coret hasil para siswi yeoja dikelasnya membuatnya kembali memasukkan bukunya
“Noona? Tidak jadi mengerjakan tugas bersama?” ucapnya
“A..ani aku lupa kalau hari ini tidak ada tugas,kau mau minum apa? Akan kubuatkan”
“Aigoo noona sungguh baik,kalau begitu cola dingin saja” ucapnya menyeringai jahil
“Aishh hanya itu yang harus aku beli keluar,arraseo aku pergi dulu. Kau diam saja disini” ucap Yoobi bersiap mengambil dompetnya dan berdiri dari duduknya
“Arraseo noona,hati-hati ne?” ucapnya tersenyum lalu Yoobi beranjak pergi meninggalkan nya

Perlahan ia mendengar suara pintu terbuka dan tertutup tanda Yoobi sudah berada diluar,ia masih merasa penasaran kenapa sikap Yoobi aneh pada saat ia ingin mengeluarkan bukunya. Tanpa ragu ia mendekati tas sekolah Yoobi dan mengeluarkan bukunya,ia terkejut saat melihat tumpukkan buku yang tercoret-coret oleh kata-kata kotor dan juga sepatu sekolah yang kotor dan berbau tidak sedap. Tanpa sadar tangan nya sudah mengepal dan ia menggigit bibirnya,suara pintu terbuka dan tertutup kembali.
“Ini colamu,waeyo? Kenapa kau memasang wajah seperti itu? Apa ada yang tidak kau mengerti?” ucap Yoobi
“Ani,gwenchana..” ucapnya tersenyum namun dibelakang punggungnya ia meremas salah satu buku Yoobi

Esok hari terasa begitu cepat untuk Yoobi,walau ia takut namun ia harus bertahan untuk tetap bersekolah agar eomma dan appanya tidak khawatir padanya tapi alasan lain selain dibully yang membuat Yoobi enggan kesekolah adalah J-Hope. Entah kenapa Yoobi masih merasa bersalah padanya tapi jika ia menjauhi J-Hope semua akan kembali seperti biasa bukan? Yoobi terkejut saat ia ingin mengambil sepatunya dirak ia menemui seseorang yang sebenarnya secara tak sadar ingin ia hindari,tapi sepertinya ia tidak tahu apa-apa dan bertindak biasa pada Yoobi bahkan menghampirinya dengan senyuman

“Annyeong Yoobi-ssi,sudah lama yah tidak bertemu” ucap Jonghyun mengambil sepatunya
“A..annyeong Jonghyun-ssi,sudah hampir seminggu kau tidak masuk” ucap Yoobi berusaha terlihat biasa
“Ne,aku baru saja masuk satu hari dan haraboeji ku sudah cerewet menyuruhku membantunya diperusahaan nya. Yoobi-ssi bolehkan aku meminjam catatan selama aku tidak masuk?” ucap Jonghyun tersenyum
“Arraseo kau boleh meminjamnya,tapi aku duluan ne? Ada yang belum aku selesaikan” ucap Yoobi dan bergegas meninggalkan Jonghyun
“Aigoo kyeopta,mianhe kau harus menanggung semua ini Lee Yoo-Bi-ssi” ucapnya pelan dengan senyum sadisnya

BRUAKK!!
Suara kencang yang diakibatkan badan seorang siswi yang didorong kencang dan bertemu dengan tembok itu adalah keseharian yang didengar dan dirasakan oleh Yoobi,kali ini mereka kembali menyiksanya dengan alasan ia berbicara mesra dengan Jonghyun tadi pagi. Bahkan mereka menumpahkan air lumpur yang berbau tidak sedap pada Yoobi,Yoobi tidak menangis dan hanya bisa terdiam saat mereka tertawa acuh didepan Yoobi.
“Lalu? Apa kalian sudah selesai? Kalau urusan kalian sudah selesai aku permisi dulu,sebentar lagi jam masuk kelas” ucap Yoobi terdengar acuh membuat para siswi lain jengkel dan menjambaknya
“Jangan sok! Kau ini hanya yeoja pinggiran genit yang selalu menggoda Jonghyun-ssi dan para BTS! Dasar yeoja hina” ucap salah satu dari siswi itu dan mendaratkan tamparan nya yang pertama,wajah Yoobi yang terlihat datar itu membuat siswi yang lainnya terlihat bingung dan ngeri
“Ne,sudah? Mohon lepaskan,apa kalian lebih suka aku terlihat ditindas dan mengadukan kalian kalau kalian yang menindasku? Tidak bukan? Kalau begitu aku permisi,aku harus membersihkan diriku” ucap Yoobi yang berjalan acuh dan meninggalkan beberapa siswi yang ngeri dan memberikan tatapan padanya bahwa yeoja itu sudah gila!

Memang apa yang bisa diperbuat Yoobi? Sudah hampir 1 minggu ia dibully melawanpun percuma,hanya tamparan dan jambakan yang bertubi-tubi yang akan ia dapatkan. Lalu Yoobi merasa lelah akan hal itu dan tidak berpikiran untuk melawannya kembali,ia tetap berjalan acuh walau murid lain melihatnya dengan jijik dan Yoobi dapat mendengar bisikan-bisikan dibelakangnya. Ia sudah bosan akan hal itu dan tidak memperdulikannya lagi,untung saja saat itu tempat yang ia lalui tidak ada BTS ataupun Jonghyun dengan cepat ia masuk kedalam kamar mandi yeoja dan terduduk lemas setelah menguncinya, yang bisa ia lakukan hanya menahan isak tangisnya dan rasa sakit yang ia terima hanya itu yang bisa ia lakukan

“Jin~ah apa aku orang yang menyebalkan? Aku terlihat tidak menyenangkan yah?”
“Waeyo Hobie~ah tumben sekali kau menanyakan hal itu? Apa kau ditolak oleh sunbae yang cantik itu yah? Aku tidak melihatnya dengan jelas waktu itu jadi lain kali pertemukan aku dengannya yah” ucap Jin menjitak kepala J-Hope namun yang Jin bingung adalah raut wajah J-Hope yang tidak biasanya
“Mempertemukanmu dengannya kah? Aku sendiri sudah susah bertemu dengannya,seakan hal itu akan menyakitinya” ucap J-Hope pelan
“Mwo?”
“Aniya,Jin~ah duluan ne?” ucap J-Hope pergi meninggalkan Jin yang terdiam heran dengan Jungkook dan V yang melihatnya aneh

J-Hope kembali mengacak-acak rambutnya karena ia baru sadar mengatakan hal yang tidak seharusnya, kenapa juga ia begitu sedih dan lagi pula bisa saja Yoobi ada alasan dibalik sikapnya itu. Mungkin saja J-Hope datang pada saat yang salah. Ditengah-tengah kegalauan nya J-Hope terhenti karena melihat Rap Monster yang jongkok dan disampingnya ada seorang yeoja yang sedang duduk bersandar pada tembok , tapi begitu ia lihat dengan jelas itu adalah…. Dengan segera J-Hope berlari kearah mereka membuat wajah yeoja disamping RapMon berubah kaget
“J…J-Hope-ssi” ucap Yoobi berusaha tersenyum namun tatapan RapMon cukup mengganggu J-Hope
“Wa….” Belum selesai J-Hope berbicara RapMon sudah berdiri dan merangkul pundaknya
“Yoobi sunbae aku duluan ne? Hati-hati saat berjalan yah biar tidak jatuh lagi,kadang kala ada orang yang suka buang sampah sembarangan seperti dirinya” ucap RapMon menunjuk J-Hope dan tertawa,Yoobi berusaha tertawa tapi ada yang aneh menurut J-Hope
“Arraseo kami duluan ne sunbae? Hobie~ah jangan menatap sunbae dengan tatapan mesum begitu dong,lagipula sunbae pake celana pendek” ucap RapMon tertawa membuat perhatian J-Hope teralih padanya
“Kim Namjoon!!!!” ucap J-Hope menjitak pelan kepala RapMon
“Arraseo aku juga,terima kasih atas pertolonganmu Namjoon-ssi” ucap Yoobi dibalas lambaian tangan RapMon yang berusaha beranjak menjauh dengan menarik J-Hope yang kelihatan begitu penasaran dengan hal itu
“Tenang saja Hobie~ah aku tidak sedang menggodanya,kau percaya padaku bukan?” ucap RapMon mengedipkan matanya membuat J-Hope kesal dan melepaskan rangkulan RapMon dan beranjak terlebih dahulu,tawa RapMon yang mengantar J-Hope perlahan menghilang
“Apa dia tidak apa-apa? Sebenarnya ada apa dengannya?” batin RapMon menatap kepada punggung Yoobi yang belum menghilang dari pandangannya

Yoobi merasa terselamatkan oleh RapMon yang menutupi dirinya dari J-Hope padahal ia sudah keburu panik karena RapMon melihatnya terjatuh kesakitan,rasa khawatir Yoobi semakin membesar karena satu persatu para BTS mengetahui hal yang ia sembunyikan entah itu masalah pembullyan dan…
DEG! Perlahan tubuhnya terjatuh, ia kembali mengalami hal yang sama lagi bahkan sekarang rasa sakit itu makin lama makin memarah. Yoobi bahkan mulai kesulitan menahan semua itu dan berusaha berlari kedalam ruangan yang ia pikir sepi dan tidak pernah terpakai,ia tersungkur sembari memegang perutnya berusaha membungkam mulutnya sendiri. Disaat ia menahan rasa sakitnya ia mendengar seseorang membuka pintu,Yoobi tidak kuat untuk berbicara atau berusaha tidak kesakitan ia begitu panik berusaha menahan nya tapi tidak bisa, orang itu perlahan memasuki ruangan membuat Yoobi makin panik

“Noona sudah kuduga kamu disini,aku mengkhawatirkanmu. Sudah kuduga kau akan kesakitan lagi,akan kuantar kau ke rumah sakit terdekat… Kenapa dengan wajahmu itu? Tenang saja aku membawa jaket dan motorku didekat sini,kau bisa keluar tanpa ada yang tau Yoobi noona” ucapnya tersenyum
“K…K….Ka…Kau…” ucap Yoobi terengah berusaha berbicara tapi dia menutup mulut Yoobi dan tersenyum

“Tidurlah noona,kau tidak usah khawatir” ucapnya dan Yoobi perlahan kehilangan kesadarannya

No comments:

Post a Comment