Sesampai dirumahnya
Yoobi menaruh tasnya dan mengeluarkan sepatu sekolah yang ia bawa,ia terus
memperhatikan sepatunya yang terlihat kotor akibat para yeoja itu. Ini sudah ke
5 kalinya terhitung dari saat pertama Suga memergokinya,para yeoja itu tetap
meneror Yoobi bahkan baju olahraga maupun bukunya disobek dan dirobek oleh
mereka tapi Yoobi tidak bisa melawan ataupun berbicara pada siapapun. Hanya
isak tangisnya yang dapat ia keluarkan,suara pintu diketuk terdengar membuat
Yoobi reflek menghapus air matanya dan menyembunyikan sepatunya.
“A..ah ye,nuguseo?”
ucap Yoobi
“Ini aku noona”
ucapnya tersenyum
“Aigoo kukira
siapa,kenapa kau disini? Mau mengerjakan tugas bersama?”ucap Yoobi mengeluarkan
buku dari tasnya namun terhenti karena ia lupa bahwa bukunya masih
tercoret-coret hasil para siswi yeoja dikelasnya membuatnya kembali memasukkan
bukunya
“Noona? Tidak jadi
mengerjakan tugas bersama?” ucapnya
“A..ani aku lupa
kalau hari ini tidak ada tugas,kau mau minum apa? Akan kubuatkan”
“Aigoo noona
sungguh baik,kalau begitu cola dingin saja” ucapnya menyeringai jahil
“Aishh hanya itu
yang harus aku beli keluar,arraseo aku pergi dulu. Kau diam saja disini” ucap
Yoobi bersiap mengambil dompetnya dan berdiri dari duduknya
“Arraseo
noona,hati-hati ne?” ucapnya tersenyum lalu Yoobi beranjak pergi meninggalkan
nya
Perlahan ia
mendengar suara pintu terbuka dan tertutup tanda Yoobi sudah berada diluar,ia
masih merasa penasaran kenapa sikap Yoobi aneh pada saat ia ingin mengeluarkan
bukunya. Tanpa ragu ia mendekati tas sekolah Yoobi dan mengeluarkan bukunya,ia
terkejut saat melihat tumpukkan buku yang tercoret-coret oleh kata-kata kotor
dan juga sepatu sekolah yang kotor dan berbau tidak sedap. Tanpa sadar tangan
nya sudah mengepal dan ia menggigit bibirnya,suara pintu terbuka dan tertutup
kembali.
“Ini colamu,waeyo?
Kenapa kau memasang wajah seperti itu? Apa ada yang tidak kau mengerti?” ucap
Yoobi
“Ani,gwenchana..”
ucapnya tersenyum namun dibelakang punggungnya ia meremas salah satu buku Yoobi
Esok hari terasa
begitu cepat untuk Yoobi,walau ia takut namun ia harus bertahan untuk tetap
bersekolah agar eomma dan appanya tidak khawatir padanya tapi alasan lain
selain dibully yang membuat Yoobi enggan kesekolah adalah J-Hope. Entah kenapa
Yoobi masih merasa bersalah padanya tapi jika ia menjauhi J-Hope semua akan
kembali seperti biasa bukan? Yoobi terkejut saat ia ingin mengambil sepatunya
dirak ia menemui seseorang yang sebenarnya secara tak sadar ingin ia
hindari,tapi sepertinya ia tidak tahu apa-apa dan bertindak biasa pada Yoobi
bahkan menghampirinya dengan senyuman
“Annyeong
Yoobi-ssi,sudah lama yah tidak bertemu” ucap Jonghyun mengambil sepatunya
“A..annyeong
Jonghyun-ssi,sudah hampir seminggu kau tidak masuk” ucap Yoobi berusaha
terlihat biasa
“Ne,aku baru saja
masuk satu hari dan haraboeji ku sudah cerewet menyuruhku membantunya
diperusahaan nya. Yoobi-ssi bolehkan aku meminjam catatan selama aku tidak
masuk?” ucap Jonghyun tersenyum
“Arraseo kau boleh
meminjamnya,tapi aku duluan ne? Ada yang belum aku selesaikan” ucap Yoobi dan
bergegas meninggalkan Jonghyun
“Aigoo
kyeopta,mianhe kau harus menanggung semua ini Lee Yoo-Bi-ssi” ucapnya pelan
dengan senyum sadisnya
BRUAKK!!
Suara kencang yang
diakibatkan badan seorang siswi yang didorong kencang dan bertemu dengan tembok
itu adalah keseharian yang didengar dan dirasakan oleh Yoobi,kali ini mereka
kembali menyiksanya dengan alasan ia berbicara mesra dengan Jonghyun tadi pagi.
Bahkan mereka menumpahkan air lumpur yang berbau tidak sedap pada Yoobi,Yoobi
tidak menangis dan hanya bisa terdiam saat mereka tertawa acuh didepan Yoobi.
“Lalu? Apa kalian
sudah selesai? Kalau urusan kalian sudah selesai aku permisi dulu,sebentar lagi
jam masuk kelas” ucap Yoobi terdengar acuh membuat para siswi lain jengkel dan
menjambaknya
“Jangan sok! Kau
ini hanya yeoja pinggiran genit yang selalu menggoda Jonghyun-ssi dan para BTS!
Dasar yeoja hina” ucap salah satu dari siswi itu dan mendaratkan tamparan nya
yang pertama,wajah Yoobi yang terlihat datar itu membuat siswi yang lainnya
terlihat bingung dan ngeri
“Ne,sudah? Mohon
lepaskan,apa kalian lebih suka aku terlihat ditindas dan mengadukan kalian
kalau kalian yang menindasku? Tidak bukan? Kalau begitu aku permisi,aku harus
membersihkan diriku” ucap Yoobi yang berjalan acuh dan meninggalkan beberapa
siswi yang ngeri dan memberikan tatapan padanya bahwa yeoja itu sudah gila!
Memang apa yang
bisa diperbuat Yoobi? Sudah hampir 1 minggu ia dibully melawanpun percuma,hanya
tamparan dan jambakan yang bertubi-tubi yang akan ia dapatkan. Lalu Yoobi
merasa lelah akan hal itu dan tidak berpikiran untuk melawannya kembali,ia
tetap berjalan acuh walau murid lain melihatnya dengan jijik dan Yoobi dapat mendengar
bisikan-bisikan dibelakangnya. Ia sudah bosan akan hal itu dan tidak
memperdulikannya lagi,untung saja saat itu tempat yang ia lalui tidak ada BTS
ataupun Jonghyun dengan cepat ia masuk kedalam kamar mandi yeoja dan terduduk
lemas setelah menguncinya, yang bisa ia lakukan hanya menahan isak tangisnya
dan rasa sakit yang ia terima hanya itu yang bisa ia lakukan
“Jin~ah apa aku
orang yang menyebalkan? Aku terlihat tidak menyenangkan yah?”
“Waeyo Hobie~ah
tumben sekali kau menanyakan hal itu? Apa kau ditolak oleh sunbae yang cantik
itu yah? Aku tidak melihatnya dengan jelas waktu itu jadi lain kali pertemukan
aku dengannya yah” ucap Jin menjitak kepala J-Hope namun yang Jin bingung
adalah raut wajah J-Hope yang tidak biasanya
“Mempertemukanmu
dengannya kah? Aku sendiri sudah susah bertemu dengannya,seakan hal itu akan
menyakitinya” ucap J-Hope pelan
“Mwo?”
“Aniya,Jin~ah
duluan ne?” ucap J-Hope pergi meninggalkan Jin yang terdiam heran dengan Jungkook
dan V yang melihatnya aneh
J-Hope kembali
mengacak-acak rambutnya karena ia baru sadar mengatakan hal yang tidak
seharusnya, kenapa juga ia begitu sedih dan lagi pula bisa saja Yoobi ada
alasan dibalik sikapnya itu. Mungkin saja J-Hope datang pada saat yang salah.
Ditengah-tengah kegalauan nya J-Hope terhenti karena melihat Rap Monster yang
jongkok dan disampingnya ada seorang yeoja yang sedang duduk bersandar pada
tembok , tapi begitu ia lihat dengan jelas itu adalah…. Dengan segera J-Hope
berlari kearah mereka membuat wajah yeoja disamping RapMon berubah kaget
“J…J-Hope-ssi” ucap
Yoobi berusaha tersenyum namun tatapan RapMon cukup mengganggu J-Hope
“Wa….” Belum
selesai J-Hope berbicara RapMon sudah berdiri dan merangkul pundaknya
“Yoobi sunbae aku
duluan ne? Hati-hati saat berjalan yah biar tidak jatuh lagi,kadang kala ada
orang yang suka buang sampah sembarangan seperti dirinya” ucap RapMon menunjuk
J-Hope dan tertawa,Yoobi berusaha tertawa tapi ada yang aneh menurut J-Hope
“Arraseo kami
duluan ne sunbae? Hobie~ah jangan menatap sunbae dengan tatapan mesum begitu
dong,lagipula sunbae pake celana pendek” ucap RapMon tertawa membuat perhatian
J-Hope teralih padanya
“Kim Namjoon!!!!”
ucap J-Hope menjitak pelan kepala RapMon
“Arraseo aku
juga,terima kasih atas pertolonganmu Namjoon-ssi” ucap Yoobi dibalas lambaian
tangan RapMon yang berusaha beranjak menjauh dengan menarik J-Hope yang kelihatan
begitu penasaran dengan hal itu
“Tenang saja
Hobie~ah aku tidak sedang menggodanya,kau percaya padaku bukan?” ucap RapMon
mengedipkan matanya membuat J-Hope kesal dan melepaskan rangkulan RapMon dan
beranjak terlebih dahulu,tawa RapMon yang mengantar J-Hope perlahan menghilang
“Apa dia tidak
apa-apa? Sebenarnya ada apa dengannya?” batin RapMon menatap kepada punggung
Yoobi yang belum menghilang dari pandangannya
Yoobi merasa
terselamatkan oleh RapMon yang menutupi dirinya dari J-Hope padahal ia sudah
keburu panik karena RapMon melihatnya terjatuh kesakitan,rasa khawatir Yoobi
semakin membesar karena satu persatu para BTS mengetahui hal yang ia
sembunyikan entah itu masalah pembullyan dan…
DEG! Perlahan
tubuhnya terjatuh, ia kembali mengalami hal yang sama lagi bahkan sekarang rasa
sakit itu makin lama makin memarah. Yoobi bahkan mulai kesulitan menahan semua
itu dan berusaha berlari kedalam ruangan yang ia pikir sepi dan tidak pernah
terpakai,ia tersungkur sembari memegang perutnya berusaha membungkam mulutnya
sendiri. Disaat ia menahan rasa sakitnya ia mendengar seseorang membuka
pintu,Yoobi tidak kuat untuk berbicara atau berusaha tidak kesakitan ia begitu
panik berusaha menahan nya tapi tidak bisa, orang itu perlahan memasuki ruangan
membuat Yoobi makin panik
“Noona sudah kuduga
kamu disini,aku mengkhawatirkanmu. Sudah kuduga kau akan kesakitan lagi,akan
kuantar kau ke rumah sakit terdekat… Kenapa dengan wajahmu itu? Tenang saja aku
membawa jaket dan motorku didekat sini,kau bisa keluar tanpa ada yang tau Yoobi
noona” ucapnya tersenyum
“K…K….Ka…Kau…” ucap
Yoobi terengah berusaha berbicara tapi dia menutup mulut Yoobi dan tersenyum
“Tidurlah noona,kau
tidak usah khawatir” ucapnya dan Yoobi perlahan kehilangan kesadarannya