Saturday, February 3, 2018

MIANHEEEEEEEE

Mian,
jeongmal mianhaeyo.
Untuk sementara waktu FF tidak dapat diupdate karenakan netbook author mati total atas ketidaksengajaan. Maaf memakan waktu lama untuk memberitahukan (LIKE YEAH INI UDAH MAU MASUK TAHUN LOH THOR) but I think I'll work harder after that. Keep remember us


~JKookies

Saturday, January 28, 2017

(BTS) Just One Day Part.9



PLAK!
Suara telapak tangan yang dengan kerasnya memukul pipi seseorang yang menunduk pasrah, ia hanya bisa memasang wajah bersalah dan tidak melawan saat orang yang didepannya memaki dan juga berusaha ingin membunuhnya kalau saja tidak ada orang lain disana yang menahannya. Orang-orang yang menahannya hanya bisa berteriak pada nya untuk pergi dari sana tapi ia tidak ingin, ia menjadi makin merasa bersalah begitu mengingat semuanya. Ya  kenangan bersamanya yang hilang akibat kejadian itu.
“KAU DENGAR TIDAK! KALAU BUKAN KARENA APPAMU DIA TIDAK AKAN BEGINI! SEMUA KARENA KAU!!” teriaknya dengan lantang dengan orang-orang disampingnya menahan tangan dan badannya
“Hobie~ah cepat pergi! Sekarang Tae tidak dapat dikendalikan, kumohon pergilah” ucap Jin membuat Jhope berjalan lesu, perlahan menjauh dari tempatnya membuat Jimin-Suga-Rapmon-Jungkook dan Jin sedih. Hingga mereka melihat Jhope sudah jauh dari sana mereka melepaskan V
“Ya paboya!” teriak Jungkook pada V membuat V memasang muka galak padanya
“Hobie sudah mengingatnya jadi tidak ada salahnya kan kita tidak usah berpura-pura tidak mengenal satu sama lain?” ucap Jungkook membuat RM – Jin – Jimin – Suga menunduk dan menghela nafas, V beranjak dari tempatnya tanpa menjawab membuat Jungkook melemparkan diri kebangku dan menghela nafas sembari memegang dahinya.
“Yoobi noona… Bertahanlah” ucap Jungkook pelan

Kembali ke 10 tahun yang lalu
Saat itu ada sekumpulan anak-anak yang bermain dengan riangnya ditaman, bermain bersama dan berlari bersama. Tidak jauh dari sana ibu dari para anak-anak tertawa dan berkumpul sembari memperhatikan anak-anak mereka, terlihat mereka tidak seperti orang lain tapi seperti saudara karena mereka bertetangga sejak lama dan tidak lain dan tidak bukan sekumpulan anak itu ada Yoobi dan BTS.
Mereka bermain bersama, mengerjakan tugas bersama hingga memasuki sekolah yang sama. Namun berbeda kelas dengan Yoobi yang lebih tua satu tahun dari BTS, walau begitu mereka tetap saling menghormati dan bermain bersama. Tanpa mereka ketahui bahwa tumbuh perasaan yang tidak mereka kira akan datang begini cepatnya, setelah itu hari-hari bahagia mereka dimana mereka bisa bermain bersama dengan orang tua mereka yang berkumpul harmonis itu mulai menghilang. Hingga saat itu sajalah Jungkook – Jin – Suga – Jimin – Rapmon dapat mengingat, tapi entah kenapa Jhope terlihat ketakutan saat Yoobi pingsan. Menurut yang mereka ingat Jhope dan Taehyung lah yang paling dekat dengan Yoobi dikarenakan rumah mereka yang bersebelahan persis dan ayah Jhope lah yang begitu mengenal ayah Yoobi, entah mengapa ada yang aneh disana dan V sama sekali tidak ada niatan untuk menceritakan hal itu pada mereka. Sama sekali tidak.

-

Dokter keluar dari ruangan membuat Jungkook – Jin – Suga – Jimin dan Rapmon bangun dari duduknya, mereka dapat melihat wajah V yang begitu muram dan juga dokter yang seakan menghibur V. Memang sudah hampir 1 jam dokter memanggil V kedalam ruangannya karena V adalah wakil Yoobi selama appa Yoobi tidak ada disana, walau para member merasa penasaran apa yang terjadi pada Yoobi mereka lebih fokus pada V yang terlihat begitu terpuruk. Dokter meninggalkan mereka dan dengan cepat mereka menghampiri V dan menyuruhnya untuk beristirahat, mungkin saja mereka memang sudah mengingat kenangan mereka semasa kecil tapi baru kali ini mereka melihat V begitu lemah dan terlihat ketakutan. Ia menahan air mata dan juga rasa kesal membuat semuanya merasa begitu tidak enak pada V,dan juga pada Jhope yang terlihat begitu shock saat Yoobi jatuh. Sadar akan tatapan teman-teman nya V mendongakkan kepalanya dan berusaha keras untuk tidak menunjukkan emosinya, ia hanya bisa menghela nafas saat ia melihat wajah tegang teman-temannya yang berusaha tersenyum saat ia memandangi mereka satu-satu , ya selain Jungkook.

“Kalian tidak ingin masuk? Memang belum bisa lama-lama tapi kalian bisa melihat Yoobi noona” ucap V namun mereka saling pandang dan setelah memutuskan mereka menggeleng bersama membuat V menghela nafasnya kembali
“Lebih baik kita makan dulu ne? Jungkook bisa berjaga disini sebentar bersama Rapmon” ucap Jin namun V menggeleng lemah
“Kalian tidak penasaran dengan penyakit noona? Kalian sudah mengingat semuanya kan? Walau aku yakin tidak semuanya, seperti halnya Jungkook dan Hobie” ucap V pelan membuat Jungkook menunduk
“Ani, lebih penting kau mengurus dirimu dulu. Kau boleh bercerita kapan-kapan saat kau sudah lebih baik dan Yoo noona memperbolehkannya”  ucap Jin membuat V tersenyum dan sisanya terkejut
“Yoo… noona?” ucap Rapmon dan Suga bersamaan membuat Jin tersadar
“Ani.. ani.. sejak kapan kau memanggil Yoobi sunbae seperti itu?” ucap Jimin membuat Jin makin bingung dan shock
“Itu memang panggilan kita padanya,dari dulu” senyum Jungkook membuat mereka semua melihat kepada Jungkook
“Jadi kalian sudah ingat bukan? Joonie , Yoonie , Jiminie , Jinie ?” ucap V membuat mereka shock
“Aish panggilan itu, sekelibat wajah Yoo noona kecil muncul dikepalaku. Seakan dia yang memanggil” ucap Rapmon membuat semua tertawa
“Arraseo mari kita makan, aku yakin Yoo noona masih beristirahat. Kajja!” ucap Jin membuat semua beranjak dari tempatnya sembari saling merangkul dan tertawa membuat V yang dibelakangnya tersenyum, namun ia terhenti sebentar memandang kearah ruang yang menempatkan Yoobi disana seakan ingin menangis dan kembali berjalan menyusul yang lainnya.

Mendengar suara langkah kaki menjauh ia langsung berjalan kearah mereka berasal, ia mungkin masih tidak berani untuk bertemu dengan mereka tapi ia bisa mendengar semua perkataan mereka. Ia memasuki sebuah ruangan dan mendapati seseorang sedih tertidur dengan selang ditubuhnya, ia memperhatikannya dengan wajah sedih dan penuh rasa bersalah hingga ia tersungkur dari balik dinding kaca itu.
“Mian.. jeongmal …. Mianhae… noona-ya”
Ia mendengar suara langkah kaki mendekat membuatnya tersentak dan bangun, ia ingin bersembunyi tapi tidak bisa karena seseorang itu telah masuk dan melihatnya. Lagi-lagi ia bertemu ahjussi itu, ia merasa kepalanya begitu sakit saat melihat ahjussi itu dengan wajah yang seakan ia pernah melihatnya dan tak ingin mengingatnya lagi. Siapa dia? Kenapa dia terdiam disana memandangnya? Benarkah ia appa Yoobi noona? Lalu mengapa kepalanya begitu sakit? Saat ahjussi itu ingin menghampiri dan mengulurkan tangan dengan wajah yang panik serta bingung, ia sudah berlari meninggalkan ruangan itu dengan nafas tersenggal dan wajah yang pucat.
Tak lama V – Jungkook – Suga – Jimin – Rapmon dan Jin kembali kerumah sakit, sekilas mereka dapat melihat seseorang yang sepertinya mereka kenal ( kecuali V dan Jungkook) dan mengira-ngira siapa dirinya. V langsung berlari kearahnya dengan wajah pucat dan juga wajah seakan ketakutan dan penuh rasa bersalah, ia menundukkan kepalanya membuat Jungkook ikut berlari dan melakukan hal yang sama. Jin-Jimin-Rapmon-Suga yang melihat mereka hanya bingung dan menatap kearah ahjussi didepan V dan Jungkook, mereka pikir ia adalah orang yang sangat menyeramkan hingga bisa membuat seorang V dan Jungkook ( yang notabene berani, tidak memperdulikan omongan orang lain dan percaya diri ) itu ketakutan padanya. Namun ia menengok kearah Jin cs dengan senyum lembut membuat mereka seakan mengenal ahjussi itu, ia berdiri dan menyuruh V dan Jungkook mengangkat kepalanya walau mereka merasa begitu berat mengangkatnya tapi mereka yang disana dapat mendengar suara lembut dan bujukkan lembutnya pada V dan Jungkook hingga mereka akhirnya mau mengangkat kepalanya. Begitu takjub mereka pada ahjussi itu, tapi entah mengapa mereka seakan tidak asing dengan keadaan ini dan juga… wajah ahjussi itu, siapa dirinya? Ahjussi itu menghampiri mereka membuat mereka salah tingkah namun ahjussi itu malah memeluk mereka (berempat sekaligus) membuat mereka bingung.
“Kalian sudah besar-besar ne? Samchon sampai bingung dan hampir tidak mengenali kalian” ucap ahjussi itu namun mereka masih kebingungan membuat V mendeham dan ahjussi itu melepaskannya dengan wajah ‘mian aku kelepasan’
“Kalian tidak tahu beliau? Kalian belum mengingatnya?” ucap V dibalas gelengan orang Jin , Jimin , Rapmon dan Suga
“Jezz! Beliau ini Lee Young Ji, appa Yoo noona” ucap V membuat mereka (Jin , Jimin , Rapmon , Suga) kaget dan reflek menundukkan kepalanya hormat
“Jeongmal mianhae ah… samchon! Kami tidak mengingat anda” ucap Rapmon membuat Youngji tertawa dan menjitak keempatnya
“Kalian memang benar-benar sudah dewasa, sejak kapan kalian seformal ini padaku?” ucap Youngji pada mereka membuat mereka shock dan memikirkan kembali arti kata-katanya
“Samchon mereka baru saja mengingat dan lagi… samchon tidak marah padanya?” ucap V pelan membuat wajah Jungkook sedikit merasa kesal, V memainkan mata sinisnya pada merea (termasuk Jungkook) yang membuat Jungkook kesal (bahkan mereka selain Jungkook tidak menyadarinya)
“Sudah-sudah Tae~ah, kesehatan Yoobi lah yang utama sekarang. Jadi bisakah kita bicara berdua saja?” ucap Youngji dibalas anggukkan V
“Namjoon~ah , Jinnie , Jiminie , Yoongi~ah , Kookie, samchon bersama Tae dulu ne?” ucap Youngji dibalas anggukkan dan tundukkan kepala hormat oleh mereka, Youngji beranjak terlebih dahulu meninggalkan V yang masih disana memandang sekilas pada Jungkook dan pergi menyusul Youngji
“Aishh kenapa aku tidak ingat dengan samchon? Padahal kalau ku ingat-ingat lagi aku begitu dekat dengannya” ucap Suga dan dilanjuti oleh lainnya tentang ingatan mereka yang perlahan mulai terbuka membuat Jungkook menatap penuh curiga pada mereka membuat mereka kesal namun tidak bisa mengatakannya.

“Ya Tae~ah mereka memang tidak banyak berubah yah, aku lebih kaget dengan dirimu yang banyak berubah” ucap Youngji tertawa
“Ne, tapi aku tidak sebanyak berubahnya seperti Namjoon yang mempunyai julukan Rap Monster itu” ucap V membuat Youngji lebih tertawa,namun ditengah-tengah seperti ingat sesuatu
“Kalau begitu yang aku lihat tadi diruangan Yoobi memang dia ne?” ucap Youngji membuat V bingung dan bertanya-tanya
“Nugu samchon?”
“Teman satu grup mu, Jung Hoseok ne?” ucap Youngji membuat V tersentak
“Tae~ah? Waeyo?”
“Gwenchana samchon, aku hanya merasa tidak enak badan”

Friday, November 11, 2016

(BTS) Just One Day Part.8

Jhope berjalan dengan wajah yang bertanya-tanya karena tidak biasanya Yoobi seperti ini, mengajaknya bolos sekolah bahkan untuk KENCAN (tolong garis bawahi dan diperjelas lagi) , ya KENCAN ! Jhope berusaha mencubit dirinya sendiri hingga meringis kesakitan, seorang Yoobi mengajaknya berkencan bahkan dia yang menarik Jhope entah kemana. Setelah Jhope sadar dia sudah didepan kamar ganti dengan tas Yoobi ditangannya, apakah Jhope mulai kehilangan kesadarannya? Ia bertanya-tanya apa yang ia lakukan disana, saat ia ingin pergi mencari Yoobi tirai didepannya terbuka dan…

“Hobie~ah apakah ini bagus?” ucap Yoobi dengan rok pendek yang berenda berwarna pink soft beserta baju one piece berwarna beige yang senada dengan roknya membuat Jhope reflek menutup setengah wajahnya karena malu
“Ba-bagus…. Terlihat co-cocok” ucap Jhope membuat Yoobi tersenyum
“Arraseo, kemarilah Hobie~ah” ucap Yoobi menarik Jhope kearah tempat pakaian laki-laki membuat Jhope bingung
“Yo-yoobi-ssi i-ini…” ucap Jhope tanpa menjawab Yoobi menyodorkan satu set baju pada Jhope
“Pakailah, aku ingin kau memakainya pasti sangat cocok denganmu.” Ucap Yoobi kemudian mendorong Jhope yang tak bisa melawan senyum Yoobi ke kamar ganti, tanpa memakan waktu lama Jhope keluar dan menampakkan dirinya membuat pengunjung yeoja beserta pegawai perempuan takjub melihatnya
“Ba-bagaimana?” ucap Jhope dan dibalas anggukkan dan senyum Yoobi
“Bagus sekali Hobie~ah, ahjumma aku beli dua set ini ne?” ucap Yoobi yang berjalan kearah meja cashier membuat Jhope mengejarnya dengan khawatir
“Yoobi-ssi kau tidak perlu membelikanku, aku bawa uang ko-“
“Anggap saja ini kado dariku, Hoseok~ah” ucap Yoobi membuat Jhope tersentak, sekelibat sebuah kenangan sekilas membuat Jhope merasa asing namun juga tidak asing secara bersamaan. Perasaan apakah itu? Kenapa ia merasa tidak asing dengan panggilan dan nada itu? Belum sampai Jhope sadar Yoobi sudah menariknya kembali membuat Jhope tidak fokus pada yang ia baru saja pikirkan tadi

Disaat yang bersamaan Jungkook yang menatap kearah bangku Jhope dan V yang kosong serta Suga yang terus menunduk menatap handphonenya, entah kenapa ia merasa telah melakukan hal yang salah. Walau ia tahu keadaan Yoobi tidak memungkinkan untuk bangun dari tempat tidurnya tapi bisa saja ia suntuk dan ingin berjalan-jalan secara diam-diam dan tanpa sengaja bertemu Jhope, bagaimana kalau V menemukan mereka dan memarahi mereka berdua? Suga merasa begitu bersalah karena bertindak tanpa berpikir dulu tapi entah kenapa hatinya juga terasa sesak saat Jhope berjalan berdua saja dengan Yoobi, ada apa dengan dirinya? Ia tidak pernah merasakan hal itu lagi hingga saat itu…. DEG! Mendadak sekilas kenangan terlintas dikepala Suga, dimanakah itu? Siapa yang berada disampingnya? Ia masih kecil dan juga Suga masih kecil saat itu tapi seingat Suga ia tidak pernah mempunyai teman yeoja, siapa dirinya? Dari kejauhan Jungkook menatap Suga dengan mata terbelalak. Terkejut. Dengan cepat ia mengeluarkan handphonenya berusaha menelfon seseorang tapi orang diseberang sana tidak menjawab membuat wajah Jungkook makin kesal dan menatap kearah Suga seakan ia tahu apa yang dirasakan Suga dan Suga tidak boleh dilanjutkannya.
Walau Jungkook berusaha membuat Suga tidak melanjutkan sekilas ingatannya itu jauh disana Jhope merasa tidak asing dengan panggilan yang baru saja disebut oleh Yoobi,bahkan ia terpaku seakan rasanya ia tidak ingin mengingatnya. Rasa sakit itu menjalar hingga membuat tangan Jhope bergetar hebat layaknya orang ketakutan akan sesuatu,Yoobi yang mengetahui keadaan Jhope mendekat dan menggenggam tangan Jhope.
“Mian Hobie~ah, mianhae.” ucap Yoobi membuat Jhope perlahan tersadar
“Mwo? Kenapa kau meminta maaf Yoobi-ssi? Naneun gwenchana, ini bukan karena dirimu” ucap Jhope berusaha menghapus keringat dingin nya membuat Yoobi tersenyum, entah kenapa membuat Jhope lebih baik dan melupakan rasa sakit yang baru ia rasakan.

Yoobi kembali menarik Jhope keluar dari sebuah toko baju dimana mereka membeli baju,dibawah terik matahari semua terasa panas tapi tangannya yang dipegang Yoobi begitu hangat dan nyaman seakan ia pernah melakukan hal ini. Ingatan sekilas itu datang dan pergi begitu saja membuat Jhope merasa begitu pusing hingga dia sulit untuk berjalan tapi ia tersadar Yoobi berhenti dan menatapnya. Ia perlahan menuntun Jhope menuju sebuah bangku dan duduk, Jhope berusaha tersenyum menatap kearah Yoobi dan berusaha untuk tetap kuat. Yoobi mengisyaratkan pada Jhope untuk beristirahat dipaha Yoobi membuat Jhope kaget dan memerah wajahnya. Jhope berusaha menolak tapi Yoobi menarik nya.

“Diamlah, kau terlihat pucat Hobie~ah” ucap Yoobi pelan membuat Jhope tenang dan tersenyum
“Istirahat saja dulu,aku akan menjagamu. Tidurlah Hobie~ah” ucap Yoobi sembari bersenandung pelan membuat Jhope perlahan merasa tenang dan mengantuk

-

Ia berlari kesana kemari, ia menelfon terus menerus namun tidak ada yang mengangkat. Ia terus berlari kemana pun untuk mencari nya walau bajunya sudah basah oleh keringatnya dan juga panas yang makin terik, tapi semua itu tidak akan menghentikan dirinya yang sedang mencari seseorang hingga ia mendapatinya sedang berlari sama dengan dirinya. Ia menghampiri dirinya tapi ia kaget dengan seseorang yang didepan nya yang lebih terlihat kecapaian dan juga pucat dengan wajah khawatirnya,ia menghampirinya dan menepuk pundaknya.

“Aku yakin mereka masih disekitar sini,kau bisa beristirahat aku yang akan mencari mereka” ucapnya lembut
“Ani, aku lah yang akan mencarinya karena semua ini makin gawat. Bagaimana dengan Suga? Kookie~ah” ucap V yang berusaha mengatur kembali nafas nya membuat Jungkook hanya bisa menatapnya dalam diam
“Gwenchana kau tidak usah khawatir” ucap Jungkook lalu melemparkan sesuatu pada V yang ia simpan dikantungnya
“Minum itu dan pergilah” ucap Jungkook membuat V menatapnya bingung lalu tersenyum,ia meminumnya lalu lari meninggalkan Jungkook
“Semoga saja ia datang tepat waktu” ucap Jungkook pelan

-

Jhope terbangun dan terkejut, otomatis ia terbangun dan menatap kearah Yoobi yang tersenyum padanya. Tanpa sadar Jhope tertidur lelap dipangkuan Yoobi membuatnya merasa bersalah,ia merapihkan rambutnya dan juga mengelap wajah nya yang sekiranya begitu berantakan tapi Yoobi tetap tersenyum padanya
“Mian, aku ketiduran” ucap Jhope malu
“Gwenchana,kau sudah mendingan?” ucap Yoobi menyentuh pipi Jhope
“N-ne...” ucap Jhope
“Kalau begitu mari jalan lagi” ucap Yoobi namun ketika ia ingin berdiri ia terduduk lagi membuat Jhope menatapnya aneh, begitu ia mengingat tempo hari Yoobi jatuh sakit ia langsung terkejut
“Gwenchana Yoobi-ssi? Kau sakit? Apa pusing? Katakan saja” ucap Jhope terlihat panik namun Yoobi tetap tersenyum
“Gwenchana, kajja kita jalan” ucap Yoobi berdiri dan mengulurkan tangannya pada Jhope

Jhope menerimanya dan berjalan kembali walau tanpa ia sadari tangan Yoobi begitu bergetar dan juga raut wajah Yoobi terlihat sedang menyembunyikan sesuatu tapi untung saja Jhope tidak menyadarinya. Jauh disana V menemukan seseorang yang ia rasa itu dirinya , ia berusaha berlari secepat mungkin karena ia merasa ada yang janggal dan juga V tidak ingin sesuatu yang ia takutkan terjadi tapi sebelum V sampai pada mereka.
BRUAK...
Yoobi terjatuh begitu saja dengan Jhope yang terbelalak karena kejadian itu begitu cepat berlalu,Jhope mendekat pada Yoobi dan mengangkatnya ia bisa melihat wajah Yoobi yang memucat dan ia bisa melihat bibir Yoobi yang memucat membuatnya mulai panik tapi disaat yang salah itu sekelibat kenangan menakutkan itu datang kembali membuat Jhope ketakutan.
“Andwae.... andwae.....” ucap Jhope pelan sembari menatap kearah Yoobi dengan wajah ketakutan
“Andwae! Jangan tinggalkan aku,aku tidak bersalah” ucap Jhope mulai keras membuat orang disekelilingnya menatapnya dan juga orang yang ingin menolong Yoobi menatapnya aneh, mereka bertanya untuk menenangkannya tapi tidak berhasil hingga V menerobos orang-orang yang melihat dan berusaha ingin menolong Yoobi dan menatap dengan lemas dengan wajah pucatnya.
“Noo...na....”

Saturday, October 1, 2016

(BTS) Just One Day Part.7



Pagi hari diisi dengan kegaduhan yang tidak biasa karena hari ini mereka berangkat bersama dari rumah Yoobi (Jhope dkk menghampiri kerumah Yoobi) dan terlihat jelas V tidak menyukainya, selain ia terbiasa hanya berangkat berdua dengan Yoobi dan sekarang mereka menimbrung mereka juga terlalu dekat dengan Yoobi tapi Jhope dan yang lainnya tidak memperdulikan hal itu. Perlahan pembully an dan juga hal buruk yang berasal dari kecemburuan para siswi mulai tidak menghampiri Yoobi lagi dan mereka terus main, makan siang bahkan pulang pergi bersama. Walau V sudah tidak lagi marah dan lebih memilih diam saja, Jungkook tahu ia begitu kesal dan juga tidak senang akan hal ini tapi Jungkook hanya bisa memilih diam karena perjanjiannya dengan V dan juga menjaga perasaan Yoobi.
Walau tanpa disadari perasaan masing-masing member BTS mulai membesar karena waktu yang mereka habiskan lebih banyak bersama Yoobi dan juga perasaan kesal dan cemas V ikut membesar bersama, pagi hari seperti biasa V sudah berada dikamar Yoobi melihat Yoobi sedang menyisir rambutnya dan memakai kaos kaki bersiap untuk kesekolah. V hanya bisa memandangnya sedih hingga Yoobi mengajaknya untuk berangkat kesekolah, terlihat saat Yoobi ingin keluar rumah ia sedikit terlihat tidak baik bahkan ia hampir terjatuh saat ingin keluar rumah, dan pastinya V dengan sigap langsung menghampirinya dengan wajah yang mulai pucat


“Noona lebih baik hari ini dirumah saja ne? Kau sudah sering masuk pasti tidak apa-apa untuk izin, ujian noona juga masih jauh bukan?” ucap V khawatir membuat Yoobi tersenyum dan menggeleng pelan
“Naneun gwenchanayo Tae~ah, kajja kita berangkat mereka sudah menunggu kita” ucap Yoobi berjalan terlebih dahulu namun V tetap khawatir dengan melihat cara berjalan Yoobi, V tau ia tidak baik-baik saja hanya saja V hanya bisa bergumam sembari mengamatinya terus menerus dan yang membuatnya lebih pucat adalah Jhope , Rapmon , Jin , Suga , Jimin dan Jungkook sudah berada disana menunggu mereka seperti yang Yoobi katakan. Saat Yoobi ingin menghampirinya ia merasa dadanya terasa aneh hingga terhenti, ia merasa tidak asing lagi akan hal seperti ini tapi mereka sudah ada disana dan mereka bisa melihat, Yoobi tidak bisa menengok kearah V saat ia baru menyadari harusnya ia mendengarkan V dari awal
“Kumohon jangan jatuh didepan mereka, kumohon jangan melihat kesini, kumohon… kuatlah.. sebentar lagi saja” gumam Yoobi yang sedari tadi sudah merasakan ada yang aneh, mereka yang melihat Yoobi langsung tersenyum menghampiri Yoobi namun Jungkook yang melihat wajah Yoobi membuatnya lari dan V yang kaget karena Yoobi terjatuh pingsan
“Noona!!!!” ucap V memeluknya membuat yang lainnya kaget
“Yoobi sunbae? V gwenchana? Cepat kita bawa kerumah sakit” ucap Jimin membuat Jungkook yang melihatnya hanya bisa menunduk
“Jungkook~ah bantu aku! Kajja!” teriak V membuat Jungkook bergerak cepat dan berlari kearah rumahnya

V langsung menidurkan Yoobi ditempat tidurnya dan Jungkook yang mengambil kompres dan juga hal-hal yang diperlukan V, Jhope dan lainnya hanya bisa melihat dari ruang tamu (dikarenakan V yang melarang mereka) melihat Jungkook dan V yang terlihat sangat sibuk sampai mendengar Jungkook memanggil dokter untuk kerumah hingga dokter itu selesai memeriksa Yoobi, Jungkook yang berjalan menuju ruang tamu hanya bisa menunduk dan duduk. Terdiam tanpa kata dan tanpa V disana

“Jungkook~ah bagaimana keadaan Yoobi-ssi?” ucap Jhope namun Jungkook tetap terdiam
“Yoobi sunbae… sakit apa?” ucap Jin namun Jungkook masih terdiam
“Jungkook~ah, bicaralah kami juga sama khawatirnya denganmu” ucap Rapmon membuat Suga menepuk pundaknya karena ia melihat Jungkook yang semakin menunduk
“Jungkook~ah, Taehyung dimana?” ucap Suga membuat Jungkook menunjuk kekamar Yoobi dan tetap terdiam membuat Jimin menghampirinya dan menepuk pundak Jungkook
“Ya Jungkook~ah kalau kau tidak mau mengatakannya atau karena V melarangmu tidak apa-apa,tapi lebih baik kita pulang dulu… Paling tidak sudah ada V yang bersama Yoobi sunbae ne?” ucap Jimin membuat para member berdiri dan Jungkook yang mengangguk lemah dan menatap kearah kamar Yoobi

Yoobi terbangun dengan punggung seseorang disampingnya dan ia tahu siapa pemilik punggung itu,ia hanya bisa menaikkan selimutnya dengan tangan yang bergetar berusaha untuk tetap tegar walau ia tahu ia sudah melakukan kesalahan yang cukup besar.

“Ta-Tae~ah… mianhe.. jeongmal mianhe… aku-“ belum selesai Yoobi berbicara V sudah memukul meja disampingnya begitu keras dengan wajah yang Yoobi sudah tahu, kesal , marah , khawatir jadi satu membuat Yoobi makin berusaha menahan isaknya
“Tae~ah aku tahu kau marah padaku bahkan kau kesal padaku yang tidak menuruti kata-katamu tapi Tae~ah kumohon jangan memben-“ Dengan cepat V memeluk Yoobi dengan erat, bahkan Yoobi dapat merasakan tangan V bergetar hebat
“Noona… kau tidak perlu meminta maaf, ini bukan salahmu… Jadi kumohon jangan berusaha bersikap tegar didepanku noona… kumohon…” ucap V bergetar membuat Yoobi membalas pelukkannya
“Tae~ah…. Saranghae..”

-

Dalam perjalanannya Jhope merasa janggal dengan hal tadi, ia begitu penasaran dengan keadaan Yoobi namun rasa tidak ingin menyakiti Yoobi mengalahkan rasa penasarannya. Hal yang sangat mengganggunya adalah sikap Jungkook yang seakan sudah tahu keadaan Yoobi dan juga V yang sangat merahasiakan hal itu, apakah sakit Yoobi bukan seperti anemia biasa? Bahkan Jhope tidak pernah berhenti berpikir setelah hari itu, karena rasa penasaran akibat perubahan sifat kedua temannya yang sangat drastis. Tak pernah terpikirkan nya perubahan mereka karena kasus pembully an Yoobi karena jelas mereka terlebih dahulu mengetahuinya, hanya V yang terlihat jarang tersenyum karena nya. Jhope tidak dapat berpikir lagi dan menghela nafas hingga ia melihat seseorang didepannya yang membuatnya terkejut, wajahnya itu terlalu familiar untuk bertemu hari itu, siapakah dia? Saat ia tersenyum pada Jhope mendadak Jhope seperti melompat kewaktu dulu membuat Jhope semakin kaget adalah… wajah itu sering terlintas dan ia masih mengingat orang tersebut tapi kenapa.. Jhope terdiam ditempatnya hingga orang itu menatapnya dan tersenyum sedikit lalu berjalan melaluinya seakan mereka tidak saling mengenal, Jhope mengeluarkan keringat dingin dan tak lama ia menengok kearahnya pergi dan masih melihat dirinya. Jhope merasa mengenalnya tapi mengapa ia merasa memorynya sedikit tidak jelas dan juga entah kenapa Jhope seakan tidak ingin mengingatnya? Ia pun mengikuti kemana perginya orang itu karena ia begitu penasaran, ia terus mengikutinya tanpa ia tahu tapi mengapa Jhope merasa ia berjalan kearah rumah V dan juga Yoobi? Apakah mereka bertetangga? Hingga orang itu berbelok memasuki sebuah rumah , Jhope terhenti tidak jauh dari sana dan akhirnya ia mengetahui siapa ahjussi itu.

Esok hari datang begitu cepat tanpa disadari oleh Jhope yang begitu terkejut saat bangun dari tidurnya, entah kenapa ia begitu aneh hari itu dia bangun lebih pagi dari biasanya bahkan ia bermandikan keringat padahal AC kamarnya menyala dan terasa dingin. Ada apa dengan Jhope? Ia merasa begitu shock hanya karena mengetahui rumah ahjussi yang menurutnya tidak asing untuknya tapi ia merasa masih ada yang janggal, seakan ia tidak bisa atau tidak berani mengatakannya pada siapapun bahkan pada orang itu. Mungkin Jhope harus melupakan semua itu dan berusaha untuk tidak memikirkannya, Jhope bangun dari tidurnya dan menggaruk kepalanya berjalan pelan menuju kamar mandi tapi ia mendengar bell rumahnya berbunyi membuatnya makin malas dan berjalan ogah-ogahan

“Ne… ne ne … Sekali saja sudah cukup bukan?” ucap Jhope setengah berteriak dengan nada mulai kesal karena tamu satu ini sangat tidak sabaran padahal Jhope masih mengenakan kaos tipis dan celana pendeknya itu, Jhope begitu malas membukannya karena ia pikir mungkin saja itu tukang pos atau semacamnya tapi yang ada didepan mukanya membuatnya shock melebihin tentang ahjussi semalam itu
“OMO! Omoomoomoomoomoomoomo!!!!!!!” teriak Jhope dalam hati dan mundur perlahan
“Waeyo? Mengapa menatapku seakan aku hantu? Aku belum mati Hobie~ah” ucapnya lembut membuat Jhope terhenti seketika
“Ho-hobie~ah?” ucap Jhope pelan dengan nada penasaran membuat seseorang didepannya tersenyum manis
“Tehe~”

-

Pagi ini begitu berat untuk Suga yang agak susah bangun pagi tapi daripada eommanya terus berteriak untuk menyuruhnya berangkat sekolah akhirnya ia pergi secepat kilat, ia masih menguap dan juga tidak sempat merapihkan rambutnya. Ia kembali melihat handphone nya dan benar saja ini terlalu pagi untuk pergi kesekolah hingga akhirnya ia memutuskan untuk menelfon Rapmon tapi ia memikirkan kembali karena Rapmon adalah orang yang lebih malas darinya, lalu ia memikirkan kembali untuk menelfon Jin/Jungkook/Jimin yang biasanya rajin bangun pagi tapi ia terhenti begitu melihat orang yang ia kenal melewatinya dan buru-buru menekan tombol end dan menelfon orang yang ia sangat tahu hal ini.

“Aigoo enak sekali berangkat pagi-pagi begini,kau selalu bangun jam segini Hobie~ah?” ucapnya tersenyum dan menghadap kearah Jhope tapi Jhope memandangnya nanar tanpa mengatakan apapun
“Hobie~ah? Apakah kau tidak terbiasa aku panggil seperti itu? Aku memanggilmu seperti itu karena tidak adil aku memanggil secara banmal pada yang lainnya tapi padamu tidak” ucapnya sekali lagi tapi Jhope tidak mengatakan apa-apa
“Gwenchanayo Jhope-ssi, aku sudah tidak apa-apa” ucapnya membuat Jhope tersadar dan kali ini ia tidak memandang kearah Jhope
“Jin…jjayo..?” ucap Jhope pelan dan hanya dibalas senyuman olehnya
“Sepertinya aku malas berangkat sekolah dengan cuaca seperti ini, Jhope-ssi bagaimana kalau kita berkencan saja?” ucapnya membuat Jhope terhenti dan seketika seperti menggigit lidahnya seakan tidak percaya akan kata-katanya
“MWO?!”

-

Diseberang sana seorang namja berkata tanpa henti bahkan menjelaskan dengan sangat detail hingga ia menutup telfonnya, dengan sangat kesalnya ia melemparkan handphonenya dan dengan cepat menarik jaketnya lalu melesat keluar. Wajahnya begitu menakutkan bahkan saking cepatnya ia berlari ia tidak peduli pada orang-orang yang ia tabrak, ia hanya ingin cepat-cepat menemukan orang yang ia cari dan ia tidak peduli kalau nantinya semua orang akan mengejarnya karena ia menabrak tanpa meminta maaf dahulu.

“Yoobi noona, wae? WAE?!” teriaknya sembari lari dengan keringat bercucuran