Pagi hari diisi dengan kegaduhan yang tidak biasa karena hari ini
mereka berangkat bersama dari rumah Yoobi (Jhope dkk menghampiri kerumah Yoobi)
dan terlihat jelas V tidak menyukainya, selain ia terbiasa hanya berangkat
berdua dengan Yoobi dan sekarang mereka menimbrung mereka juga terlalu dekat
dengan Yoobi tapi Jhope dan yang lainnya tidak memperdulikan hal itu. Perlahan
pembully an dan juga hal buruk yang berasal dari kecemburuan para siswi mulai
tidak menghampiri Yoobi lagi dan mereka terus main, makan siang bahkan pulang
pergi bersama. Walau V sudah tidak lagi marah dan lebih memilih diam saja,
Jungkook tahu ia begitu kesal dan juga tidak senang akan hal ini tapi Jungkook
hanya bisa memilih diam karena perjanjiannya dengan V dan juga menjaga perasaan
Yoobi.
Walau tanpa disadari perasaan masing-masing member BTS mulai membesar
karena waktu yang mereka habiskan lebih banyak bersama Yoobi dan juga perasaan
kesal dan cemas V ikut membesar bersama, pagi hari seperti biasa V sudah berada
dikamar Yoobi melihat Yoobi sedang menyisir rambutnya dan memakai kaos kaki
bersiap untuk kesekolah. V hanya bisa memandangnya sedih hingga Yoobi
mengajaknya untuk berangkat kesekolah, terlihat saat Yoobi ingin keluar rumah
ia sedikit terlihat tidak baik bahkan ia hampir terjatuh saat ingin keluar
rumah, dan pastinya V dengan sigap langsung menghampirinya dengan wajah yang
mulai pucat
“Noona lebih baik hari ini dirumah saja ne? Kau sudah sering masuk pasti tidak apa-apa untuk izin, ujian noona juga masih jauh bukan?” ucap V khawatir membuat Yoobi tersenyum dan menggeleng pelan
“Naneun gwenchanayo Tae~ah, kajja kita berangkat mereka sudah menunggu
kita” ucap Yoobi berjalan terlebih dahulu namun V tetap khawatir dengan melihat
cara berjalan Yoobi, V tau ia tidak baik-baik saja hanya saja V hanya bisa
bergumam sembari mengamatinya terus menerus dan yang membuatnya lebih pucat
adalah Jhope , Rapmon , Jin , Suga , Jimin dan Jungkook sudah berada disana
menunggu mereka seperti yang Yoobi katakan. Saat Yoobi ingin menghampirinya ia
merasa dadanya terasa aneh hingga terhenti, ia merasa tidak asing lagi akan hal
seperti ini tapi mereka sudah ada disana dan mereka bisa melihat, Yoobi tidak
bisa menengok kearah V saat ia baru menyadari harusnya ia mendengarkan V dari
awal
“Kumohon jangan jatuh didepan mereka, kumohon jangan melihat kesini,
kumohon… kuatlah.. sebentar lagi saja” gumam Yoobi yang sedari tadi sudah
merasakan ada yang aneh, mereka yang melihat Yoobi langsung tersenyum menghampiri
Yoobi namun Jungkook yang melihat wajah Yoobi membuatnya lari dan V yang kaget
karena Yoobi terjatuh pingsan
“Noona!!!!” ucap V memeluknya membuat yang lainnya kaget
“Yoobi sunbae? V gwenchana? Cepat kita bawa kerumah sakit” ucap Jimin
membuat Jungkook yang melihatnya hanya bisa menunduk
“Jungkook~ah bantu aku! Kajja!” teriak V membuat Jungkook bergerak
cepat dan berlari kearah rumahnya
V langsung menidurkan Yoobi ditempat tidurnya dan Jungkook yang
mengambil kompres dan juga hal-hal yang diperlukan V, Jhope dan lainnya hanya
bisa melihat dari ruang tamu (dikarenakan V yang melarang mereka) melihat
Jungkook dan V yang terlihat sangat sibuk sampai mendengar Jungkook memanggil
dokter untuk kerumah hingga dokter itu selesai memeriksa Yoobi, Jungkook yang
berjalan menuju ruang tamu hanya bisa menunduk dan duduk. Terdiam tanpa kata
dan tanpa V disana
“Jungkook~ah bagaimana keadaan Yoobi-ssi?” ucap Jhope namun Jungkook
tetap terdiam
“Yoobi sunbae… sakit apa?” ucap Jin namun Jungkook masih terdiam
“Jungkook~ah, bicaralah kami juga sama khawatirnya denganmu” ucap
Rapmon membuat Suga menepuk pundaknya karena ia melihat Jungkook yang semakin
menunduk
“Jungkook~ah, Taehyung dimana?” ucap Suga membuat Jungkook menunjuk
kekamar Yoobi dan tetap terdiam membuat Jimin menghampirinya dan menepuk pundak
Jungkook
“Ya Jungkook~ah kalau kau tidak mau mengatakannya atau karena V
melarangmu tidak apa-apa,tapi lebih baik kita pulang dulu… Paling tidak sudah
ada V yang bersama Yoobi sunbae ne?” ucap Jimin membuat para member berdiri dan
Jungkook yang mengangguk lemah dan menatap kearah kamar Yoobi
Yoobi terbangun dengan punggung seseorang disampingnya dan ia tahu
siapa pemilik punggung itu,ia hanya bisa menaikkan selimutnya dengan tangan
yang bergetar berusaha untuk tetap tegar walau ia tahu ia sudah melakukan
kesalahan yang cukup besar.
“Ta-Tae~ah… mianhe.. jeongmal mianhe… aku-“ belum selesai Yoobi
berbicara V sudah memukul meja disampingnya begitu keras dengan wajah yang
Yoobi sudah tahu, kesal , marah , khawatir jadi satu membuat Yoobi makin
berusaha menahan isaknya
“Tae~ah aku tahu kau marah padaku bahkan kau kesal padaku yang tidak
menuruti kata-katamu tapi Tae~ah kumohon jangan memben-“ Dengan cepat V memeluk
Yoobi dengan erat, bahkan Yoobi dapat merasakan tangan V bergetar hebat
“Noona… kau tidak perlu meminta maaf, ini bukan salahmu… Jadi kumohon
jangan berusaha bersikap tegar didepanku noona… kumohon…” ucap V bergetar
membuat Yoobi membalas pelukkannya
“Tae~ah…. Saranghae..”
-
Dalam perjalanannya Jhope merasa janggal dengan hal tadi, ia begitu
penasaran dengan keadaan Yoobi namun rasa tidak ingin menyakiti Yoobi
mengalahkan rasa penasarannya. Hal yang sangat mengganggunya adalah sikap
Jungkook yang seakan sudah tahu keadaan Yoobi dan juga V yang sangat
merahasiakan hal itu, apakah sakit Yoobi bukan seperti anemia biasa? Bahkan
Jhope tidak pernah berhenti berpikir setelah hari itu, karena rasa penasaran
akibat perubahan sifat kedua temannya yang sangat drastis. Tak pernah
terpikirkan nya perubahan mereka karena kasus pembully an Yoobi karena jelas
mereka terlebih dahulu mengetahuinya, hanya V yang terlihat jarang tersenyum
karena nya. Jhope tidak dapat berpikir lagi dan menghela nafas hingga ia
melihat seseorang didepannya yang membuatnya terkejut, wajahnya itu terlalu
familiar untuk bertemu hari itu, siapakah dia? Saat ia tersenyum pada Jhope
mendadak Jhope seperti melompat kewaktu dulu membuat Jhope semakin kaget
adalah… wajah itu sering terlintas dan ia masih mengingat orang tersebut tapi
kenapa.. Jhope terdiam ditempatnya hingga orang itu menatapnya dan tersenyum
sedikit lalu berjalan melaluinya seakan mereka tidak saling mengenal, Jhope
mengeluarkan keringat dingin dan tak lama ia menengok kearahnya pergi dan masih
melihat dirinya. Jhope merasa mengenalnya tapi mengapa ia merasa memorynya
sedikit tidak jelas dan juga entah kenapa Jhope seakan tidak ingin
mengingatnya? Ia pun mengikuti kemana perginya orang itu karena ia begitu
penasaran, ia terus mengikutinya tanpa ia tahu tapi mengapa Jhope merasa ia
berjalan kearah rumah V dan juga Yoobi? Apakah mereka bertetangga? Hingga orang
itu berbelok memasuki sebuah rumah , Jhope terhenti tidak jauh dari sana dan
akhirnya ia mengetahui siapa ahjussi itu.
Esok hari datang begitu cepat tanpa disadari oleh Jhope yang begitu
terkejut saat bangun dari tidurnya, entah kenapa ia begitu aneh hari itu dia
bangun lebih pagi dari biasanya bahkan ia bermandikan keringat padahal AC
kamarnya menyala dan terasa dingin. Ada apa dengan Jhope? Ia merasa begitu shock
hanya karena mengetahui rumah ahjussi yang menurutnya tidak asing untuknya tapi
ia merasa masih ada yang janggal, seakan ia tidak bisa atau tidak berani
mengatakannya pada siapapun bahkan pada orang itu. Mungkin Jhope harus
melupakan semua itu dan berusaha untuk tidak memikirkannya, Jhope bangun dari
tidurnya dan menggaruk kepalanya berjalan pelan menuju kamar mandi tapi ia
mendengar bell rumahnya berbunyi membuatnya makin malas dan berjalan ogah-ogahan
“Ne… ne ne … Sekali saja sudah cukup bukan?” ucap Jhope setengah
berteriak dengan nada mulai kesal karena tamu satu ini sangat tidak sabaran
padahal Jhope masih mengenakan kaos tipis dan celana pendeknya itu, Jhope
begitu malas membukannya karena ia pikir mungkin saja itu tukang pos atau
semacamnya tapi yang ada didepan mukanya membuatnya shock melebihin tentang
ahjussi semalam itu
“OMO! Omoomoomoomoomoomoomo!!!!!!!” teriak Jhope dalam hati dan mundur
perlahan
“Waeyo? Mengapa menatapku seakan aku hantu? Aku belum mati Hobie~ah”
ucapnya lembut membuat Jhope terhenti seketika
“Ho-hobie~ah?” ucap Jhope pelan dengan nada penasaran membuat
seseorang didepannya tersenyum manis
“Tehe~”
-
Pagi ini begitu berat untuk Suga yang agak susah bangun pagi tapi
daripada eommanya terus berteriak untuk menyuruhnya berangkat sekolah akhirnya
ia pergi secepat kilat, ia masih menguap dan juga tidak sempat merapihkan
rambutnya. Ia kembali melihat handphone nya dan benar saja ini terlalu pagi
untuk pergi kesekolah hingga akhirnya ia memutuskan untuk menelfon Rapmon tapi
ia memikirkan kembali karena Rapmon adalah orang yang lebih malas darinya, lalu
ia memikirkan kembali untuk menelfon Jin/Jungkook/Jimin yang biasanya rajin
bangun pagi tapi ia terhenti begitu melihat orang yang ia kenal melewatinya dan
buru-buru menekan tombol end dan
menelfon orang yang ia sangat tahu hal ini.
“Aigoo enak sekali berangkat pagi-pagi begini,kau selalu bangun jam
segini Hobie~ah?” ucapnya tersenyum dan menghadap kearah Jhope tapi Jhope
memandangnya nanar tanpa mengatakan apapun
“Hobie~ah? Apakah kau tidak terbiasa aku panggil seperti itu? Aku
memanggilmu seperti itu karena tidak adil aku memanggil secara banmal pada yang lainnya tapi padamu
tidak” ucapnya sekali lagi tapi Jhope tidak mengatakan apa-apa
“Gwenchanayo Jhope-ssi, aku sudah tidak apa-apa” ucapnya membuat Jhope
tersadar dan kali ini ia tidak memandang kearah Jhope
“Jin…jjayo..?” ucap Jhope pelan dan hanya dibalas senyuman olehnya
“Sepertinya aku malas berangkat sekolah dengan cuaca seperti ini,
Jhope-ssi bagaimana kalau kita berkencan saja?” ucapnya membuat Jhope terhenti
dan seketika seperti menggigit lidahnya seakan tidak percaya akan kata-katanya
“MWO?!”
-
Diseberang sana seorang namja berkata tanpa henti bahkan menjelaskan
dengan sangat detail hingga ia menutup telfonnya, dengan sangat kesalnya ia
melemparkan handphonenya dan dengan cepat menarik jaketnya lalu melesat keluar.
Wajahnya begitu menakutkan bahkan saking cepatnya ia berlari ia tidak peduli
pada orang-orang yang ia tabrak, ia hanya ingin cepat-cepat menemukan orang
yang ia cari dan ia tidak peduli kalau nantinya semua orang akan mengejarnya karena
ia menabrak tanpa meminta maaf dahulu.
“Yoobi noona, wae? WAE?!” teriaknya sembari lari dengan keringat
bercucuran