Saturday, October 1, 2016

(BTS) Just One Day Part.7



Pagi hari diisi dengan kegaduhan yang tidak biasa karena hari ini mereka berangkat bersama dari rumah Yoobi (Jhope dkk menghampiri kerumah Yoobi) dan terlihat jelas V tidak menyukainya, selain ia terbiasa hanya berangkat berdua dengan Yoobi dan sekarang mereka menimbrung mereka juga terlalu dekat dengan Yoobi tapi Jhope dan yang lainnya tidak memperdulikan hal itu. Perlahan pembully an dan juga hal buruk yang berasal dari kecemburuan para siswi mulai tidak menghampiri Yoobi lagi dan mereka terus main, makan siang bahkan pulang pergi bersama. Walau V sudah tidak lagi marah dan lebih memilih diam saja, Jungkook tahu ia begitu kesal dan juga tidak senang akan hal ini tapi Jungkook hanya bisa memilih diam karena perjanjiannya dengan V dan juga menjaga perasaan Yoobi.
Walau tanpa disadari perasaan masing-masing member BTS mulai membesar karena waktu yang mereka habiskan lebih banyak bersama Yoobi dan juga perasaan kesal dan cemas V ikut membesar bersama, pagi hari seperti biasa V sudah berada dikamar Yoobi melihat Yoobi sedang menyisir rambutnya dan memakai kaos kaki bersiap untuk kesekolah. V hanya bisa memandangnya sedih hingga Yoobi mengajaknya untuk berangkat kesekolah, terlihat saat Yoobi ingin keluar rumah ia sedikit terlihat tidak baik bahkan ia hampir terjatuh saat ingin keluar rumah, dan pastinya V dengan sigap langsung menghampirinya dengan wajah yang mulai pucat


“Noona lebih baik hari ini dirumah saja ne? Kau sudah sering masuk pasti tidak apa-apa untuk izin, ujian noona juga masih jauh bukan?” ucap V khawatir membuat Yoobi tersenyum dan menggeleng pelan
“Naneun gwenchanayo Tae~ah, kajja kita berangkat mereka sudah menunggu kita” ucap Yoobi berjalan terlebih dahulu namun V tetap khawatir dengan melihat cara berjalan Yoobi, V tau ia tidak baik-baik saja hanya saja V hanya bisa bergumam sembari mengamatinya terus menerus dan yang membuatnya lebih pucat adalah Jhope , Rapmon , Jin , Suga , Jimin dan Jungkook sudah berada disana menunggu mereka seperti yang Yoobi katakan. Saat Yoobi ingin menghampirinya ia merasa dadanya terasa aneh hingga terhenti, ia merasa tidak asing lagi akan hal seperti ini tapi mereka sudah ada disana dan mereka bisa melihat, Yoobi tidak bisa menengok kearah V saat ia baru menyadari harusnya ia mendengarkan V dari awal
“Kumohon jangan jatuh didepan mereka, kumohon jangan melihat kesini, kumohon… kuatlah.. sebentar lagi saja” gumam Yoobi yang sedari tadi sudah merasakan ada yang aneh, mereka yang melihat Yoobi langsung tersenyum menghampiri Yoobi namun Jungkook yang melihat wajah Yoobi membuatnya lari dan V yang kaget karena Yoobi terjatuh pingsan
“Noona!!!!” ucap V memeluknya membuat yang lainnya kaget
“Yoobi sunbae? V gwenchana? Cepat kita bawa kerumah sakit” ucap Jimin membuat Jungkook yang melihatnya hanya bisa menunduk
“Jungkook~ah bantu aku! Kajja!” teriak V membuat Jungkook bergerak cepat dan berlari kearah rumahnya

V langsung menidurkan Yoobi ditempat tidurnya dan Jungkook yang mengambil kompres dan juga hal-hal yang diperlukan V, Jhope dan lainnya hanya bisa melihat dari ruang tamu (dikarenakan V yang melarang mereka) melihat Jungkook dan V yang terlihat sangat sibuk sampai mendengar Jungkook memanggil dokter untuk kerumah hingga dokter itu selesai memeriksa Yoobi, Jungkook yang berjalan menuju ruang tamu hanya bisa menunduk dan duduk. Terdiam tanpa kata dan tanpa V disana

“Jungkook~ah bagaimana keadaan Yoobi-ssi?” ucap Jhope namun Jungkook tetap terdiam
“Yoobi sunbae… sakit apa?” ucap Jin namun Jungkook masih terdiam
“Jungkook~ah, bicaralah kami juga sama khawatirnya denganmu” ucap Rapmon membuat Suga menepuk pundaknya karena ia melihat Jungkook yang semakin menunduk
“Jungkook~ah, Taehyung dimana?” ucap Suga membuat Jungkook menunjuk kekamar Yoobi dan tetap terdiam membuat Jimin menghampirinya dan menepuk pundak Jungkook
“Ya Jungkook~ah kalau kau tidak mau mengatakannya atau karena V melarangmu tidak apa-apa,tapi lebih baik kita pulang dulu… Paling tidak sudah ada V yang bersama Yoobi sunbae ne?” ucap Jimin membuat para member berdiri dan Jungkook yang mengangguk lemah dan menatap kearah kamar Yoobi

Yoobi terbangun dengan punggung seseorang disampingnya dan ia tahu siapa pemilik punggung itu,ia hanya bisa menaikkan selimutnya dengan tangan yang bergetar berusaha untuk tetap tegar walau ia tahu ia sudah melakukan kesalahan yang cukup besar.

“Ta-Tae~ah… mianhe.. jeongmal mianhe… aku-“ belum selesai Yoobi berbicara V sudah memukul meja disampingnya begitu keras dengan wajah yang Yoobi sudah tahu, kesal , marah , khawatir jadi satu membuat Yoobi makin berusaha menahan isaknya
“Tae~ah aku tahu kau marah padaku bahkan kau kesal padaku yang tidak menuruti kata-katamu tapi Tae~ah kumohon jangan memben-“ Dengan cepat V memeluk Yoobi dengan erat, bahkan Yoobi dapat merasakan tangan V bergetar hebat
“Noona… kau tidak perlu meminta maaf, ini bukan salahmu… Jadi kumohon jangan berusaha bersikap tegar didepanku noona… kumohon…” ucap V bergetar membuat Yoobi membalas pelukkannya
“Tae~ah…. Saranghae..”

-

Dalam perjalanannya Jhope merasa janggal dengan hal tadi, ia begitu penasaran dengan keadaan Yoobi namun rasa tidak ingin menyakiti Yoobi mengalahkan rasa penasarannya. Hal yang sangat mengganggunya adalah sikap Jungkook yang seakan sudah tahu keadaan Yoobi dan juga V yang sangat merahasiakan hal itu, apakah sakit Yoobi bukan seperti anemia biasa? Bahkan Jhope tidak pernah berhenti berpikir setelah hari itu, karena rasa penasaran akibat perubahan sifat kedua temannya yang sangat drastis. Tak pernah terpikirkan nya perubahan mereka karena kasus pembully an Yoobi karena jelas mereka terlebih dahulu mengetahuinya, hanya V yang terlihat jarang tersenyum karena nya. Jhope tidak dapat berpikir lagi dan menghela nafas hingga ia melihat seseorang didepannya yang membuatnya terkejut, wajahnya itu terlalu familiar untuk bertemu hari itu, siapakah dia? Saat ia tersenyum pada Jhope mendadak Jhope seperti melompat kewaktu dulu membuat Jhope semakin kaget adalah… wajah itu sering terlintas dan ia masih mengingat orang tersebut tapi kenapa.. Jhope terdiam ditempatnya hingga orang itu menatapnya dan tersenyum sedikit lalu berjalan melaluinya seakan mereka tidak saling mengenal, Jhope mengeluarkan keringat dingin dan tak lama ia menengok kearahnya pergi dan masih melihat dirinya. Jhope merasa mengenalnya tapi mengapa ia merasa memorynya sedikit tidak jelas dan juga entah kenapa Jhope seakan tidak ingin mengingatnya? Ia pun mengikuti kemana perginya orang itu karena ia begitu penasaran, ia terus mengikutinya tanpa ia tahu tapi mengapa Jhope merasa ia berjalan kearah rumah V dan juga Yoobi? Apakah mereka bertetangga? Hingga orang itu berbelok memasuki sebuah rumah , Jhope terhenti tidak jauh dari sana dan akhirnya ia mengetahui siapa ahjussi itu.

Esok hari datang begitu cepat tanpa disadari oleh Jhope yang begitu terkejut saat bangun dari tidurnya, entah kenapa ia begitu aneh hari itu dia bangun lebih pagi dari biasanya bahkan ia bermandikan keringat padahal AC kamarnya menyala dan terasa dingin. Ada apa dengan Jhope? Ia merasa begitu shock hanya karena mengetahui rumah ahjussi yang menurutnya tidak asing untuknya tapi ia merasa masih ada yang janggal, seakan ia tidak bisa atau tidak berani mengatakannya pada siapapun bahkan pada orang itu. Mungkin Jhope harus melupakan semua itu dan berusaha untuk tidak memikirkannya, Jhope bangun dari tidurnya dan menggaruk kepalanya berjalan pelan menuju kamar mandi tapi ia mendengar bell rumahnya berbunyi membuatnya makin malas dan berjalan ogah-ogahan

“Ne… ne ne … Sekali saja sudah cukup bukan?” ucap Jhope setengah berteriak dengan nada mulai kesal karena tamu satu ini sangat tidak sabaran padahal Jhope masih mengenakan kaos tipis dan celana pendeknya itu, Jhope begitu malas membukannya karena ia pikir mungkin saja itu tukang pos atau semacamnya tapi yang ada didepan mukanya membuatnya shock melebihin tentang ahjussi semalam itu
“OMO! Omoomoomoomoomoomoomo!!!!!!!” teriak Jhope dalam hati dan mundur perlahan
“Waeyo? Mengapa menatapku seakan aku hantu? Aku belum mati Hobie~ah” ucapnya lembut membuat Jhope terhenti seketika
“Ho-hobie~ah?” ucap Jhope pelan dengan nada penasaran membuat seseorang didepannya tersenyum manis
“Tehe~”

-

Pagi ini begitu berat untuk Suga yang agak susah bangun pagi tapi daripada eommanya terus berteriak untuk menyuruhnya berangkat sekolah akhirnya ia pergi secepat kilat, ia masih menguap dan juga tidak sempat merapihkan rambutnya. Ia kembali melihat handphone nya dan benar saja ini terlalu pagi untuk pergi kesekolah hingga akhirnya ia memutuskan untuk menelfon Rapmon tapi ia memikirkan kembali karena Rapmon adalah orang yang lebih malas darinya, lalu ia memikirkan kembali untuk menelfon Jin/Jungkook/Jimin yang biasanya rajin bangun pagi tapi ia terhenti begitu melihat orang yang ia kenal melewatinya dan buru-buru menekan tombol end dan menelfon orang yang ia sangat tahu hal ini.

“Aigoo enak sekali berangkat pagi-pagi begini,kau selalu bangun jam segini Hobie~ah?” ucapnya tersenyum dan menghadap kearah Jhope tapi Jhope memandangnya nanar tanpa mengatakan apapun
“Hobie~ah? Apakah kau tidak terbiasa aku panggil seperti itu? Aku memanggilmu seperti itu karena tidak adil aku memanggil secara banmal pada yang lainnya tapi padamu tidak” ucapnya sekali lagi tapi Jhope tidak mengatakan apa-apa
“Gwenchanayo Jhope-ssi, aku sudah tidak apa-apa” ucapnya membuat Jhope tersadar dan kali ini ia tidak memandang kearah Jhope
“Jin…jjayo..?” ucap Jhope pelan dan hanya dibalas senyuman olehnya
“Sepertinya aku malas berangkat sekolah dengan cuaca seperti ini, Jhope-ssi bagaimana kalau kita berkencan saja?” ucapnya membuat Jhope terhenti dan seketika seperti menggigit lidahnya seakan tidak percaya akan kata-katanya
“MWO?!”

-

Diseberang sana seorang namja berkata tanpa henti bahkan menjelaskan dengan sangat detail hingga ia menutup telfonnya, dengan sangat kesalnya ia melemparkan handphonenya dan dengan cepat menarik jaketnya lalu melesat keluar. Wajahnya begitu menakutkan bahkan saking cepatnya ia berlari ia tidak peduli pada orang-orang yang ia tabrak, ia hanya ingin cepat-cepat menemukan orang yang ia cari dan ia tidak peduli kalau nantinya semua orang akan mengejarnya karena ia menabrak tanpa meminta maaf dahulu.

“Yoobi noona, wae? WAE?!” teriaknya sembari lari dengan keringat bercucuran