Monday, December 14, 2015

(BTS) Just One Day Part.2

Seperti biasa para member BTS datang bersama-sama dengan diiringi suara ribut dari para siswi,tapi mereka tidak ambil pusing dan tetap berjalan kecuali Rap Mon dan juga Jimin yang suka melemparkan senyum dan lambaian tangan membuat para siswi dan membuatnya semakin berisik. Ditengah perjalanan mereka J-Hope tiba-tiba berlari meninggalkan yang lain karena ia tidak merasa asing dengan seseorang didepannya,walau mungkin akan terlihat seperti memaksa mengakrabkan diri tapi J-Hope tidak mengambil pusing masalah itu.
“Ya hyung kemana saja dirimu ini? Kenapa kau baru masuk?” ucap J-Hope merangkulnya namun ia tetap terdiam dan berjalan
“Aishh hyung aku tahu aku salah karena tidak mengantarkanmu ke bandara tapi aku tetap temanmu bukan hyung? Hyung hyung..” pinta J-Hope terus menerus membuat para siswi juga makin ramai
“Berisik Hobie~ah, arraseo arraseo aku tidak marah padamu tapi menyingkirlah dari ku. Kau membuat pagi ku tidak tenang” ucapnya membuat J-Hope menyengir puas,dia hanya berdiri dan menghela nafas karena para member BTS juga menghampirinya
Here we go… Para biang keributan menghampiri dan merusak pagi pertama saat aku kembali ke sekolah”
“Hyung kenapa kau begitu dingin pada kami,apa kau tidak merindukan kami?” ucap Jin dan dibalas gelengan dengan cepat olehnya membuat para member kelihatan bete,mereka tertawa riang dengan J-Hope dan Jimin yang tidak bisa jauh darinya dan dengan adanya hal itu para siswi dari jauh memandang dan membicarakannya hingga Yoobi yang baru datang bingung melihat kerumunan itu
“Ada apa ini?” ucap Yoobi bingung
“Ah Yoobi~ah BTS sedang ada didepan dengan mantan ketua OSIS kita yang akhirnya kembali”
“Kembali? Memang ia dari mana?” ucap Yoobi sembari mencuri-curi melihat dan tanpa sadar mencari sosok J-Hope yang bergelantungan pada namja yang ia tidak lihat wajahnya karena memunggungi arah Yoobi
“Dia baru saja kembali dari rumahnya di Shibuya Jepang,dia adalah Kim Jonghyun. Line 3 A sama seperti kita , dia terkenal dikalangan para siswi juga karena selain dekat dengan para BTS ia juga tampan,baik dan pintar. Mungkin aku bisa kenalkan kau padanya nanti Yoobi~ah”
“Ne” ucap Yoobi yang tersenyum

Mungkin temannya mengira Yoobi tersenyum melihat atau bahkan membayangkan wajah Jonghyung (yang sedari tadi hanya memunggungi arah Yoobi) namun nyatanya Yoobi tersenyum melihat J-Hope yang tertawa dengan lainnya,tapi senyuman Yoobi bukan berarti ia jatuh cinta pada J-Hope hanya merasa senyuman J-Hope sangatlah manis. Yoobi perlahan bergerak dari tempatnya dan dengan cepat J-Hope menyadari keberadaan yeoja itu,ia terlihat mengatakan sesuatu pada teman-teman nya dan beranjak dari tempatnya menghampiri Yoobi dengan (sangat) susah payah menerobos kerumunan siswi membuat Yoobi kaget
“Annyeong Yoobi-ssi” ucap J-Hope tersenyum
“Annyeong J-Hope-ssi,kau mau kemana?” ucap Yoobi
“Kekelas,mau bersama-sama?” ucap J-Hope membuat para yeoja lainnya berteriak senang (dan lebih dari setengahnya kecewa melihat hal itu) membuat Yoobi ragu
“Kau tidak mau? Kalau begitu tidak apa-apa aku akan bersama para member” ucap J-Hope dan Yoobi melihat ada sedikit kekecewaan pada J-Hope namun saat Yoobi ingin menjawab datanglah Jonghyun bersama member lainnya
“Kau Lee Yoobi-ssi ne? Aku Kim Jonghyun Line 3 A sama denganmu,bagaimana kalau bersamaku saja? Hobie kau sudah membuat banyak keributan,jangan makin membuat nya heboh dengan hal ini” ucap Jonghyun dengan tangan yang seperti mengusir J-Hope
“Arraseo,kajja kita masuk.. Yoobi-ssi sampai nanti ne?” ucap J-Hope melambaikan tangan nya dan berjalan terlebih dahulu bersama member BTS lainnya

Suasana yang tadinya heboh berkat J-Hope yang mengajak Yoobi jalan bersama memasuki kelas bertambah dengan Yoobi yang sekarang berjalan bersama Jonghyun yang dipuja-puja para siswi sebelum para BTS memasuki sekolah,dengan wajah yang agak gugup disertai rasa bingung karena para siswi menatapnya dengan beringas membuat Yoobi berjalan dengan tidak nyaman. Sesekali ia melihat kearah Jonghyun ia tidak banyak berbicara dan cenderung tenang (jika dibandingkan dengan J-Hope) ia tidak berbicara pun charisma nya bisa dirasakan oleh Yoobi,tapi walau hanya sebentar memandang wajah Jonghyun para siswi sudah menatap tajam kearah Yoobi membuat punggung nya terasa panas dan kembali tidak memandang Jonghyun,sepertinya kehidupan sekolah Yoobi berubah karena hari ini. Ya karena mereka berdua tepatnya.
“Lee Yoobi-ssi?”
“A… ne.. Ki…Kim Jonghyun-ssi?” ucap Yoobi gugup membuat Jonghyun tersenyum
“Tenanglah kau tidak perlu gugup,kalau mereka mengerjaimu katakan padaku atau Hobie. Karena kehidupanmu yang tenang jadi terusik karena kami berdua,ne?” ucap nya tersenyum membuat Yoobi malu
“Mianhae.. Aku tidak berpikir seperti itu” ucap Yoobi pelan
“Arraseo kalau begitu kau berteman juga ne denganku?” ucap Jonghyun membuat Yoobi mendongak menghadap Jonghyun,menatapnya sebentar dan kembali mencari fokus lain dan mengangguk

-

Hari yang cukup berat yang dirasakan oleh Yoobi setelah hari itu,pandangan menusuk para siswi semakin kuat terasa karena Jonghyun yang duduk disebelah Yoobi bersikap dekat dengan Yoobi dan mengabaikan yang lainnya. Yoobi ditempatkan pada situasi ia tidak enak untuk menolak ajakan Jonghyun namun juga tidak tahan dengan tatapan tajam para siswi dikelas nya bahkan sudah menular hingga ke seluruh siswi disekolah
“Yoobi-ssi gwenchana? Kau terlihat pucat” ucap Jonghyun
“A.. Gwenchana Jonghyun-ssi,mianhae aku duluan ne?” ucap Yoobi berjalan terlebih dahulu

Yoobi tidak bisa jalan bersama dengan Jonghyun bahkan J-Hope sekalipun,semenjak hari itu para siswi mem-bully Yoobi tanpa diketahui Jonghyun dan juga BTS. Yoobi juga enggan memberitahukan mereka tentang ini,Yoobi yang membuka loker sepatunya hanya bisa menahan nafas dan rasa sakitnya melihat pemandangan didepan nya tangan nya bergetar membuat para siswi dibelakangnya tertawa pelan bahkan Yoobi bisa mendengar mereka menjelek-jelek kan Yoobi dan juga mencibirnya. Perlahan Yoobi membersihkan sepatunya dan memakainya,namun sialnya Yoobi berpapasan dengan Suga salah satu member BTS
“An.. annyeonghaseo” ucap Yoobi berusaha menahan gugupnya
“Ah annyeong sunbae” ucap Suga biasa sepertinya ia tidak menyadarinya membuat Yoobi bernafas lega dan berjalan meninggalkan nya,namun tidak Yoobi sangka Suga mengenggam pergelangan tangan Yoobi sebelum Yoobi jauh darinya
“Sunbae aku ingin berbicara denganmu,boleh?” ucap Suga membuat Yoobi kaget

-

Sudah hampir beberapa hari ini J-Hope tidak bisa banyak melihat Yoobi karena ia selalu menolak ajakan nya,entah itu ajakan makan siang bersama ataupun pulang bersama. Walau memang ia mengetahui bahwa ia tidak bisa selalu menyusahkan dan memaksa Yoobi,J-Hope hanya bisa mengehela nafas dan berat hati bersabar namun sepertinya takdir berkata lain J-Hope dapat melihat Yoobi didepan nya tapi… ada yang berbeda entah apa itu
“Yoobi-ssi” ucap J-Hope menghampirinya namun yang membuat J-Hope kaget adalah perubahan ekspresi Yoobi
“N..ne J-Hope-ssi? M..mwoya?” ucap Yoobi membuat senyum J-Hope perlahan menghilang
“Ani,mianhae sepertinya aku mengganggumu. Aku duluan ne?”
“A..anu, tidak begitu J-Hope-ssi” ucap Yoobi khawatir
“Gwenchana aku tahu,lagipula aku memang hanya ingin menyapamu. Sampai nanti” ucap J-Hope meninggalkan Yoobi yang merasa bersalah dan terus menatap punggung J-Hope

Yoobi hanya bisa menghela nafas dan menahan rasa sakit didadanya,entah sejak kapan dadanya menjadi sangat sakit saat ia melihat wajah sedih J-Hope. Tanpa disadari kejadian itu dilihat oleh beberapa siswi yang membencinya,tanpa pengetahuan Yoobi mereka merencanakan sesuatu namun seseorang mendengarnya
Bell pun berbunyi tanda kelas sudah berakhir,seperti biasa Yoobi membereskan bukunya dan kembali menghela nafas. Walau saat itu Jonghyun tidak masuk tapi Yoobi tetap saja menjadi incaran para siswi,teman yang dulu dekat dengan Yoobi pun mencibirnya dan mengatakan bahwa Yoobi terlalu menebar pesona untuk menarik perhatian BTS dan juga Kim Jonghyun. Yoobi tidak bisa berbuat apa-apa karena ingin melawanpun ia tidak bisa dan ia juga tidak mau memberitahukan pada mereka (BTS and Jonghyun) tentang masalah nya,Yoobi berdiri bersiap akan pulang seperti biasa tapi… BYUURR!! Yoobi hanya bisa terdiam dengan kejadian yang baru ia rasakan beberapa detik sebelumnya dan juga para siswi yang terkejut dengan ember yang masih ada ditangan beberapa dari mereka
“Gwenchana sunbae?” ucapnya menatap Yoobi membuat Yoobi tercengang,Yoobi tidak menjawab apa-apa tapi dengan segera ia mengeluarkan sapu tangan nya dan memberikannya padanya
“Sunbae?” ucapnya sekali lagi dan membuat Yoobi nekat menyapukan sapu tangan nya pada wajahnya
“Gwenchana,kau tidak perlu melakukan hal seperti ini. Aku sudah biasa” ucap Yoobi pelan seketika ia membalikkan badan nya
“Ya! Kenapa kalian berbuat seperti ini pada Yoobi sunbae? Kalian sama-sama yeoja bukan? Kalian juga Line 3 bukan?” ucap nya membuat para siswi tanpa waktu lama lari meninggalkan mereka
“Jimin-ssi kau tidak perlu berlaku seperti itu,ini sapu tangan nya kau bisa mengeringkan wajahmu lebih tuntas lagi..” ucap Yoobi bersiap meninggalkan Jimin yang tetap terdiam
“Gomawo,kumohon kau tidak usah memberitahukan hal ini pada teman-teman mu.. Jimin-ssi” ucap Yoobi dan kemudian meninggalkan Jimin yang tidak berkata

Yoobi yang berjalan meninggalkan Jimin hanya bisa menahan rasa tidak nya pada Jimin,ia meninggalkan Jimin dalam keadaan basah karena ulah para siswi yang tadinya ingin mengguyur Yoobi dengan air kotor namun Jimin menolongnya. Yoobi terus memaki-maki dirinya yang tidak membantu Jimin mencari baju ganti namun Yoobi juga tidak bisa terus tahan disekolah,perlahan air matanya mengalir mungkin akan sia-sia bilang pada Jimin karena ia kembali mengingat saat itu. Saat Suga bilang ingin berbicara padanya ditaman belakang sekolah hari itu
“Sunbae kau dibully ne? Itu karena kau dekat dengan J-Hope dan Jonghyun hyung?” ucap Suga tanpa basa basi membuat Yoobi terdiam
“Ani,ini karena kesalahanku. Jadi jangan cerita pada teman-teman mu ne?” ucap Yoobi berusaha tersenyum dan membuat semua ini selesai lebih cepat,memang rasa nya sakit harus berusaha sendirian saat ia baru saja ingin merasakan kehidupan SMA-nya dan hancur dalam beberapa hari tapi itu lebih baik daripada menyusahakan BTS dan juga Jonghyun
“Mianhe Suga-ssi kalau tidak ada yang ingin kau katakan lagi aku duluan ne?” ucap Yoobi namun Suga dengan cepat memojokan Yoobi , ia tidak bisa kemana-mana dengan 2 tangan Suga berada disamping kiri dan kanan kepalanya. Yoobi bisa melihat dari mata Suga bahwa terlihat marah dan juga… sedih
“Sunbae kau tidak bisa terus bertahan dengan senyum seperti itu,kenapa kau tidak jujur saja dan membiarkan kami mengurusnya? Ini karena kau terlihat dekat dengan kami bukan?” ucap Suga membuat Yoobi terdiam , saat Suga ingin mengatakan hal lain bunyi bell tanda masuk berbunyi membuat Suga menurunkan tangan nya
“Kumohon Suga-ssi hanya satu keinginanku,jangan katakan hal ini pada siapapun. Kumohon” ucap Yoobi meninggalkan Suga

Rasa sakit itu makin mendera hati Yoobi,bagaimana bisa ia membuat para member BTS kerepotan dan juga membuat J-Hope memasang senyum sedihnya? Tapi dengan ia menjauhi mereka mungkin dengan itu Yoobi tidak lagi dibully oleh para siswi,tapi apa Yoobi sanggup menjauh dari J-Hope? Bahkan Yoobi masih tidak bisa melupakan kata-kata Suga dan juga pertolongan Jimin yang membuatnya makin tidak enak,tapi apa lagi yang bisa Yoobi lakukan?
Jauh disana disebuah rumah dengan 7 namja tampan yang sedang berkumpul tapi yang membuat aneh adalah Jimin , J-Hope dan Suga yang hanya duduk termangu sembari meminum Cola . Rap Monster, Jin , Jungkook dan juga V hanya bisa menatap aneh beberapa detik pada mereka dan kembali berbincang dan juga bermain.
“Cih dia itu,kenapa dia tetap bisa tersenyum walau ia dibully oleh seluruh siswi? Dia tidak sekuat itu untuk bertarung seorang diri,yeoja itu benar-benar aneh…” batin Suga
“Mengapa ia terlihat berbeda hari ini ? Seakan ia tidak ingin bertemu denganku,bahkan ia tidak ingin dekat denganku. Apakah ia merasa terganggu oleh kehadiranku? Apa ia membenciku?” batin J-Hope
“Lee Yoobi sunbae,dia terlihat mungil seperti boneka dan terlihat rapuh karena ia seorang yeoja. Mengapa ia bisa sekuat itu? Sudah biasa terbully? Jadi sudah berapa lama ia dibully oleh para siswi? Kenapa ia tidak ingin memberitahukan pada siapapun?” batin Jimin