Seperti biasa para member BTS datang bersama-sama dengan diiringi
suara ribut dari para siswi,tapi mereka tidak ambil pusing dan tetap berjalan
kecuali Rap Mon dan juga Jimin yang suka melemparkan senyum dan lambaian tangan
membuat para siswi dan membuatnya semakin berisik. Ditengah perjalanan mereka
J-Hope tiba-tiba berlari meninggalkan yang lain karena ia tidak merasa asing
dengan seseorang didepannya,walau mungkin akan terlihat seperti memaksa
mengakrabkan diri tapi J-Hope tidak mengambil pusing masalah itu.
“Ya hyung kemana saja dirimu ini? Kenapa kau baru masuk?” ucap J-Hope
merangkulnya namun ia tetap terdiam dan berjalan
“Aishh hyung aku tahu aku salah karena tidak mengantarkanmu ke bandara
tapi aku tetap temanmu bukan hyung? Hyung hyung..” pinta J-Hope terus menerus
membuat para siswi juga makin ramai
“Berisik Hobie~ah, arraseo arraseo aku tidak marah padamu tapi
menyingkirlah dari ku. Kau membuat pagi ku tidak tenang” ucapnya membuat J-Hope
menyengir puas,dia hanya berdiri dan menghela nafas karena para member BTS juga
menghampirinya
“Here we go… Para biang
keributan menghampiri dan merusak pagi pertama saat aku kembali ke sekolah”
“Hyung kenapa kau begitu dingin pada kami,apa kau tidak merindukan
kami?” ucap Jin dan dibalas gelengan dengan cepat olehnya membuat para member
kelihatan bete,mereka tertawa riang dengan J-Hope dan Jimin yang tidak bisa
jauh darinya dan dengan adanya hal itu para siswi dari jauh memandang dan
membicarakannya hingga Yoobi yang baru datang bingung melihat kerumunan itu
“Ada apa ini?” ucap Yoobi bingung
“Ah Yoobi~ah BTS sedang ada didepan dengan mantan ketua OSIS kita yang
akhirnya kembali”
“Kembali? Memang ia dari mana?” ucap Yoobi sembari mencuri-curi
melihat dan tanpa sadar mencari sosok J-Hope yang bergelantungan pada namja
yang ia tidak lihat wajahnya karena memunggungi arah Yoobi
“Dia baru saja kembali dari rumahnya di Shibuya Jepang,dia adalah Kim
Jonghyun. Line 3 A sama seperti kita , dia terkenal dikalangan para siswi juga
karena selain dekat dengan para BTS ia juga tampan,baik dan pintar. Mungkin aku
bisa kenalkan kau padanya nanti Yoobi~ah”
“Ne” ucap Yoobi yang tersenyum
Mungkin temannya mengira Yoobi tersenyum melihat atau bahkan
membayangkan wajah Jonghyung (yang sedari tadi hanya memunggungi arah Yoobi)
namun nyatanya Yoobi tersenyum melihat J-Hope yang tertawa dengan lainnya,tapi
senyuman Yoobi bukan berarti ia jatuh cinta pada J-Hope hanya merasa senyuman
J-Hope sangatlah manis. Yoobi perlahan bergerak dari tempatnya dan dengan cepat
J-Hope menyadari keberadaan yeoja itu,ia terlihat mengatakan sesuatu pada
teman-teman nya dan beranjak dari tempatnya menghampiri Yoobi dengan (sangat)
susah payah menerobos kerumunan siswi membuat Yoobi kaget
“Annyeong Yoobi-ssi” ucap J-Hope tersenyum
“Annyeong J-Hope-ssi,kau mau kemana?” ucap Yoobi
“Kekelas,mau bersama-sama?” ucap J-Hope membuat para yeoja lainnya
berteriak senang (dan lebih dari setengahnya kecewa melihat hal itu) membuat
Yoobi ragu
“Kau tidak mau? Kalau begitu tidak apa-apa aku akan bersama para
member” ucap J-Hope dan Yoobi melihat ada sedikit kekecewaan pada J-Hope namun
saat Yoobi ingin menjawab datanglah Jonghyun bersama member lainnya
“Kau Lee Yoobi-ssi ne? Aku Kim Jonghyun Line 3 A sama
denganmu,bagaimana kalau bersamaku saja? Hobie kau sudah membuat banyak
keributan,jangan makin membuat nya heboh dengan hal ini” ucap Jonghyun dengan
tangan yang seperti mengusir J-Hope
“Arraseo,kajja kita masuk.. Yoobi-ssi sampai nanti ne?” ucap J-Hope
melambaikan tangan nya dan berjalan terlebih dahulu bersama member BTS lainnya
Suasana yang tadinya heboh berkat J-Hope yang mengajak Yoobi jalan
bersama memasuki kelas bertambah dengan Yoobi yang sekarang berjalan bersama
Jonghyun yang dipuja-puja para siswi sebelum para BTS memasuki sekolah,dengan
wajah yang agak gugup disertai rasa bingung karena para siswi menatapnya dengan
beringas membuat Yoobi berjalan dengan tidak nyaman. Sesekali ia melihat kearah
Jonghyun ia tidak banyak berbicara dan cenderung tenang (jika dibandingkan
dengan J-Hope) ia tidak berbicara pun charisma nya bisa dirasakan oleh
Yoobi,tapi walau hanya sebentar memandang wajah Jonghyun para siswi sudah
menatap tajam kearah Yoobi membuat punggung nya terasa panas dan kembali tidak
memandang Jonghyun,sepertinya kehidupan sekolah Yoobi berubah karena hari ini.
Ya karena mereka berdua tepatnya.
“Lee Yoobi-ssi?”
“A… ne.. Ki…Kim Jonghyun-ssi?” ucap Yoobi gugup membuat Jonghyun
tersenyum
“Tenanglah kau tidak perlu gugup,kalau mereka mengerjaimu katakan
padaku atau Hobie. Karena kehidupanmu yang tenang jadi terusik karena kami
berdua,ne?” ucap nya tersenyum membuat Yoobi malu
“Mianhae.. Aku tidak berpikir seperti itu” ucap Yoobi pelan
“Arraseo kalau begitu kau berteman juga ne denganku?” ucap Jonghyun
membuat Yoobi mendongak menghadap Jonghyun,menatapnya sebentar dan kembali
mencari fokus lain dan mengangguk
-
Hari yang cukup berat yang dirasakan oleh Yoobi setelah hari itu,pandangan
menusuk para siswi semakin kuat terasa karena Jonghyun yang duduk disebelah
Yoobi bersikap dekat dengan Yoobi dan mengabaikan yang lainnya. Yoobi
ditempatkan pada situasi ia tidak enak untuk menolak ajakan Jonghyun namun juga
tidak tahan dengan tatapan tajam para siswi dikelas nya bahkan sudah menular
hingga ke seluruh siswi disekolah
“Yoobi-ssi gwenchana? Kau terlihat pucat” ucap Jonghyun
“A.. Gwenchana Jonghyun-ssi,mianhae aku duluan ne?” ucap Yoobi
berjalan terlebih dahulu
Yoobi tidak bisa jalan bersama dengan Jonghyun bahkan J-Hope
sekalipun,semenjak hari itu para siswi mem-bully
Yoobi tanpa diketahui Jonghyun dan juga BTS. Yoobi juga enggan
memberitahukan mereka tentang ini,Yoobi yang membuka loker sepatunya hanya bisa
menahan nafas dan rasa sakitnya melihat pemandangan didepan nya tangan nya
bergetar membuat para siswi dibelakangnya tertawa pelan bahkan Yoobi bisa
mendengar mereka menjelek-jelek kan Yoobi dan juga mencibirnya. Perlahan Yoobi
membersihkan sepatunya dan memakainya,namun sialnya Yoobi berpapasan dengan
Suga salah satu member BTS
“An.. annyeonghaseo” ucap Yoobi berusaha menahan gugupnya
“Ah annyeong sunbae” ucap Suga biasa sepertinya ia tidak menyadarinya
membuat Yoobi bernafas lega dan berjalan meninggalkan nya,namun tidak Yoobi
sangka Suga mengenggam pergelangan tangan Yoobi sebelum Yoobi jauh darinya
“Sunbae aku ingin berbicara denganmu,boleh?” ucap Suga membuat Yoobi
kaget
-
Sudah hampir
beberapa hari ini J-Hope tidak bisa banyak melihat Yoobi karena ia selalu
menolak ajakan nya,entah itu ajakan makan siang bersama ataupun pulang bersama.
Walau memang ia mengetahui bahwa ia tidak bisa selalu menyusahkan dan memaksa
Yoobi,J-Hope hanya bisa mengehela nafas dan berat hati bersabar namun
sepertinya takdir berkata lain J-Hope dapat melihat Yoobi didepan nya tapi… ada
yang berbeda entah apa itu
“Yoobi-ssi” ucap
J-Hope menghampirinya namun yang membuat J-Hope kaget adalah perubahan ekspresi
Yoobi
“N..ne J-Hope-ssi?
M..mwoya?” ucap Yoobi membuat senyum J-Hope perlahan menghilang
“Ani,mianhae
sepertinya aku mengganggumu. Aku duluan ne?”
“A..anu, tidak
begitu J-Hope-ssi” ucap Yoobi khawatir
“Gwenchana aku
tahu,lagipula aku memang hanya ingin menyapamu. Sampai nanti” ucap J-Hope
meninggalkan Yoobi yang merasa bersalah dan terus menatap punggung J-Hope
Yoobi hanya bisa
menghela nafas dan menahan rasa sakit didadanya,entah sejak kapan dadanya
menjadi sangat sakit saat ia melihat wajah sedih J-Hope. Tanpa disadari
kejadian itu dilihat oleh beberapa siswi yang membencinya,tanpa pengetahuan
Yoobi mereka merencanakan sesuatu namun seseorang mendengarnya
Bell pun berbunyi
tanda kelas sudah berakhir,seperti biasa Yoobi membereskan bukunya dan kembali
menghela nafas. Walau saat itu Jonghyun tidak masuk tapi Yoobi tetap saja
menjadi incaran para siswi,teman yang dulu dekat dengan Yoobi pun mencibirnya
dan mengatakan bahwa Yoobi terlalu menebar pesona untuk menarik perhatian BTS
dan juga Kim Jonghyun. Yoobi tidak bisa berbuat apa-apa karena ingin melawanpun
ia tidak bisa dan ia juga tidak mau memberitahukan pada mereka (BTS and
Jonghyun) tentang masalah nya,Yoobi berdiri bersiap akan pulang seperti biasa
tapi… BYUURR!! Yoobi hanya bisa terdiam dengan kejadian yang baru ia rasakan
beberapa detik sebelumnya dan juga para siswi yang terkejut dengan ember yang
masih ada ditangan beberapa dari mereka
“Gwenchana sunbae?”
ucapnya menatap Yoobi membuat Yoobi tercengang,Yoobi tidak menjawab apa-apa
tapi dengan segera ia mengeluarkan sapu tangan nya dan memberikannya padanya
“Sunbae?” ucapnya
sekali lagi dan membuat Yoobi nekat menyapukan sapu tangan nya pada wajahnya
“Gwenchana,kau
tidak perlu melakukan hal seperti ini. Aku sudah biasa” ucap Yoobi pelan
seketika ia membalikkan badan nya
“Ya! Kenapa kalian
berbuat seperti ini pada Yoobi sunbae? Kalian sama-sama yeoja bukan? Kalian
juga Line 3 bukan?” ucap nya membuat para siswi tanpa waktu lama lari
meninggalkan mereka
“Jimin-ssi kau
tidak perlu berlaku seperti itu,ini sapu tangan nya kau bisa mengeringkan
wajahmu lebih tuntas lagi..” ucap Yoobi bersiap meninggalkan Jimin yang tetap
terdiam
“Gomawo,kumohon kau
tidak usah memberitahukan hal ini pada teman-teman mu.. Jimin-ssi” ucap Yoobi
dan kemudian meninggalkan Jimin yang tidak berkata
Yoobi yang berjalan
meninggalkan Jimin hanya bisa menahan rasa tidak nya pada Jimin,ia meninggalkan
Jimin dalam keadaan basah karena ulah para siswi yang tadinya ingin mengguyur
Yoobi dengan air kotor namun Jimin menolongnya. Yoobi terus memaki-maki dirinya
yang tidak membantu Jimin mencari baju ganti namun Yoobi juga tidak bisa terus
tahan disekolah,perlahan air matanya mengalir mungkin akan sia-sia bilang pada
Jimin karena ia kembali mengingat saat itu. Saat Suga bilang ingin berbicara
padanya ditaman belakang sekolah hari itu
“Sunbae kau dibully ne? Itu karena kau dekat dengan
J-Hope dan Jonghyun hyung?” ucap Suga tanpa basa basi membuat Yoobi terdiam
“Ani,ini karena
kesalahanku. Jadi jangan cerita pada teman-teman mu ne?” ucap Yoobi berusaha tersenyum
dan membuat semua ini selesai lebih cepat,memang rasa nya sakit harus berusaha
sendirian saat ia baru saja ingin merasakan kehidupan SMA-nya dan hancur dalam
beberapa hari tapi itu lebih baik daripada menyusahakan BTS dan juga Jonghyun
“Mianhe Suga-ssi
kalau tidak ada yang ingin kau katakan lagi aku duluan ne?” ucap Yoobi namun
Suga dengan cepat memojokan Yoobi , ia tidak bisa kemana-mana dengan 2 tangan
Suga berada disamping kiri dan kanan kepalanya. Yoobi bisa melihat dari mata
Suga bahwa terlihat marah dan juga… sedih
“Sunbae kau tidak
bisa terus bertahan dengan senyum seperti itu,kenapa kau tidak jujur saja dan
membiarkan kami mengurusnya? Ini karena kau terlihat dekat dengan kami bukan?”
ucap Suga membuat Yoobi terdiam , saat Suga ingin mengatakan hal lain bunyi
bell tanda masuk berbunyi membuat Suga menurunkan tangan nya
“Kumohon Suga-ssi
hanya satu keinginanku,jangan katakan hal ini pada siapapun. Kumohon” ucap
Yoobi meninggalkan Suga
Rasa sakit itu
makin mendera hati Yoobi,bagaimana bisa ia membuat para member BTS kerepotan
dan juga membuat J-Hope memasang senyum sedihnya? Tapi dengan ia menjauhi
mereka mungkin dengan itu Yoobi tidak lagi dibully oleh para siswi,tapi apa
Yoobi sanggup menjauh dari J-Hope? Bahkan Yoobi masih tidak bisa melupakan
kata-kata Suga dan juga pertolongan Jimin yang membuatnya makin tidak enak,tapi
apa lagi yang bisa Yoobi lakukan?
Jauh disana
disebuah rumah dengan 7 namja tampan yang sedang berkumpul tapi yang membuat
aneh adalah Jimin , J-Hope dan Suga yang hanya duduk termangu sembari meminum Cola . Rap Monster, Jin , Jungkook dan
juga V hanya bisa menatap aneh beberapa detik pada mereka dan kembali
berbincang dan juga bermain.
“Cih dia itu,kenapa
dia tetap bisa tersenyum walau ia dibully oleh seluruh siswi? Dia tidak sekuat
itu untuk bertarung seorang diri,yeoja itu benar-benar aneh…” batin Suga
“Mengapa ia
terlihat berbeda hari ini ? Seakan ia tidak ingin bertemu denganku,bahkan ia
tidak ingin dekat denganku. Apakah ia merasa terganggu oleh kehadiranku? Apa ia
membenciku?” batin J-Hope
“Lee Yoobi
sunbae,dia terlihat mungil seperti boneka dan terlihat rapuh karena ia seorang
yeoja. Mengapa ia bisa sekuat itu? Sudah biasa terbully? Jadi sudah berapa lama
ia dibully oleh para siswi? Kenapa ia tidak ingin memberitahukan pada siapapun?”
batin Jimin